▫️18

254 6 0
                                        

Haii guyss!!!

Update lagi niii!!! Ada yang udah nungguin chap ini gak??

Gimana rasanya seminggu nahan rindu ke Ansel?

Kaliam tim mana nih??
Mana suara tim AnsHan??

Mana suara tim Ansellina???

Yuk merapat, ajak temen-temen kalian biar rame 😁😁

Happy reading!

Happy reading!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

◾◽◾

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

◾◽◾

Love yourself before loving someone else

🍇🍇

Tidur Ansel terusik oleh suara keras yang saling bersahutan dari kamar sebelah. Ansel mengusap wajahnya kasar, lalu melepas earphone yang sudah terlepas dari telinganya namun masih menggantung dilehernya. Cowok itu menolehkan kepalanya kearah jam digital diatas nakas, baru pukul 8 pagi tapi kedua orangtuanya sudah kembali berulah. Sebenarnya kembali tidur dihari libur bukanlah kebiasaan Ansel, cowok itu biasanya selalu bangun pagi meski tak pergi ke sekolah, hanya saja pagi tadi kepalanya terasa berat, niatnya agar pusingnya segera mereda, namun kegaduhan yang dibuat Arvino dan Anya menggagalkan usaha Ansel.

Ansel turun dari kasur, ponsel yang masih tersambung dengan earphone itu ia ambil. Ansel terlalu malas mendengarkan percekcokan mereka meski itu sudah menjadi makanannya sehari-hari. Ansel keluar dari kamarnya, tak lupa pintu kamar itu ia tutup, disaat yang bersamaan pintu kamar Arsel juga terbuka, cowok itu sepertinya hendak pergi, mungkin juga tak tahan mendengar keributan pagi ini.

"Apa sebenarnya mau kamu? Kita udah sepakat dari awal kalau aku bebas berhubungan dengan siapa aja, terus kenapa sekarang kamu selalu permasalahin hal itu? Aku gak pernah tuh larang-larang kamu, jadi kamu juga gak bisa larang aku, we have agreed! Jangan pura-pura lupa"

DLS [ 2 ] Ansellina Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang