Tiada gading yang tak retak, artinya tak ada sesuatu yang benar-benar sempurna. Kalimat itu bukan hanya sekedar pribahasa, namun memang benar adanya.
-Utuh bukan berarti sempurna-
••••
Ansel, cowok tampan, berotak encer, yang terlahir dari sendok em...
Ansellina update lagi guyss!!! Gimana cahpter sebelumnya??
Gak kerasa udah chapter 12 aja, sampai disini siapa tokoh favorit kalian??
Kalo aku sih Ansel, kalian siapa? Coba kasih tau siapa tokoh favorit kalian dan kenapa dia bisa jadi tokoh favorit kalian 😁
Sebelum lanjut baca jangan lupa tekan bintangnya yups ❤️❤️
Happy reading!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
◾◽◾
Meskipun kecil yang namanya noda akan tetap mengotori :(
🍇🍇
Suasana gaduh yang terjadi di kelas XI IPA 4 membuat kelas itu terlihat mencolok dibandingkan dengan beberapa kelas yang berada satu lorong dengan kelas itu. Kelas lain terlihat tenang dengan pintu kelas yang tertutup karena pembelajaran sedang berlangsung, berbeda dengan kelas yang Sellina tempati saat ini, pintunya terbuka lebar, beberapa penghuninya bahkan ada yang nongkrong di depan kelas, beberapa lagi asik melakukan berbagai aktivitas di dalam ruangan.
Sejak jam ketiga sampai saat ini guru yang mengajar entah kemana, beliau juga tak meninggalkan tugas untuk mereka kerjakan, Ilham selaku ketua kelas hendak ke ruang guru untuk mencari guru mapelnya atau paling tidak menanyakan apakah ada tugas atau tidak, tapi separuh lebih murid di kelas itu menolak dan meminta Ilham agar tetap ditempatnya, mereka ingin bebas sesekali, tanpa tugas tanpa ada dongengan materi.
Free classitu cukup menyenangkan bagi Sellina, ia jadi bisa merilekskan pikirannya yang sejak kemarin terasa begitu penuh.
"Eh kemarin gue ketemu sama Jihan" celetuk Sellina disambut sorot mata antusias oleh Samara.
Samara meletakkan ponsel yang sempat ia mainkan, gadis itu memutar sedikit posisi duduknya agar bisa lebih jelas mandengarkan cerita dari Sellina.
"Serius? Dimana? Kapan?" Sahut Samara ingin tahu. Hal sekecil apapun yang berhubungan dengan Jihan dan Ansel selalu sukses menarik perhatian Samara dan membuat mood cewek itu berada di level tertinggi.
Sellina mengangguk kecil beberapa kali, ia juga mengubah sedikit posisi duduknya agar lebih nyaman untuk bercerita, "Kemarin pas pulang sekolah, gue lagi nunggu taksi terus gak sengaja lihat Jihan mau nyebrang jalan, dia kaya gak fokus gitu karena sambil main hp, nah tiba-tiba aja ada mobil dan kayaknya Jihan gak ngeh yaudah gue lari tarik dia biar gak keserempet"
"Hah?! Jihan mau keserempet mobil? Kok gue gak tau infonya" pekik Samara terkejut, suara melengkingnya manarik perhatian beberapa pasangan mata untuk menatap mereka berdua.