Hari pun menunjukkan hari minggu dimana waktu nya untuk mark dan maudy berdua.seperti hal nya mereka setelah sarapan pagi mark pun mencari maudy di seluruh ruangan dan menemukan maudy yang tengah berada di rooftop yang sengaja mark buat untuk maudy jika bosan di ruangab tertutup
Mark pun menghampiri maudy yang tengah melamun menatap langit langit yang terpapar matahari.mark pun memeluk maudy dari belakang dan menaruh kepalanya tepat berada di pundak maudy
"Aku cari kemana kemana ternyata disini"ujar mark dengan lembut,maudy pun hanya tersenyum dan mengelus tangan mark yang berada di perutnya
"Hal apa yang mengganggu pikiran istri aku"tanya mark menciumi pipi maudy dengan lembut namun membuat maudy hampir mendesah*haha mendesah ga tuh
"Ada apa sayang,cerita sama aku"ujar mark
"Gimana kabar desti disana"ujar maudy menatap sendu langit langit
"Dia baik baik aja sayang,nanti kita video call mereka ya"ujar mark
Maudy pun mengangguk dan duduk di samping mark namun tetap dengan pandangan yang seperti banyak pikiran
"Mark"ujar maudy menunduk
"Iya sayang"ujar mark menatap maudy yang tengah menunduk
"Aku rindu ibu"ujar maudy dengan isak mark pun segera memapah wajah maudy dan benar maudy tengah menangis dalam diam
Mark pun memeluk maudy dan menyenangkan istrinya ia dapat merasakan apa yang maudy rasakan
"Aku kangen ibu,kangen ayah juga"ujar maudy menangis dalam pelukan mark
"Ayah? setelah apa yang ia lakukan kamu masih kangen dia"tanya mark
"Bagaimanapun dia adalah ayahku"ujar maudy
"Jangan sedih,kalo kamu sedih itu tandanya aku gagal menjadi pelindung air mata dan jiwa kamu"ujar mark menghapus air mata di wajah cantik maudy ,maudy pun memeluk mark
"Sekarang kita ke sana ya,kita ziarah ke makan ibu"ujar mark
"Kamu serius?"tanya maudy tersenyum meski masih terdengar isakan
"Tentu,ayo"ujar mark menggenggam tangan maudy dengan lembut.
.
.
.
.
Sebelum mereka pergi ke makam ibu nya maudy,mark dan maudy pun membeli kembang dan satu bucket bunga untuk ibu nya .
Tepat dihadapan makam ibunya air mata maudy sudah tidak terbendung lagi,ia pun menangis terisak.
"Ibu"ujar maudy menangis dengan mark yang merangkul tubuh mungil istrinya
"Pagi bu,ini maudy ibu ga lupa sama maudy kan,bu maudy kesini mau main kerumah baru ibu,bagaimana ibu disana? Ibu bahagia kan,maudy juga bahagia bu karena saat ini maudy ga sendiri"ujar maudy terjeda
"Maudy kesini sama suami maudy,ini mark bu,ibu terkahir melihat dia dia sebagai penolong ibu namun sekarang dia suami maudy,awalnya maudy memang kecewa dengan ayah kenapa tega menjual maudy dengan orang lain namun maudy sadar dan berterimakasig kepada ayah berkat ayah maudy sekarang bahagia maudy ga kesepian bu,meskipun maudy terpukul di tinggal ibu tapi sekarang maudy ada mama mertua maudy,papa mertua,dan keluarga yang maudy punya saat ini maudy bisa merasakan di sayang dan dicintai keluargaa,ibu maudy sayang banget sama ibu,ibu tau dimana ayah? Maudy ingin mencari ayah bu"ujar maudy yang tidak dapat melanjutkan ucapannya.
Mark pun melihat maudy yang sangat bersedih pun berbicara
"Ibu tenang aja,maudy akan selalu saya jaga,karena maudy adalah separuh hidup saya tanpa dia saya ga akan bahagia seperti ini"ujar mark melirik maudy yang tengah menatapnya .
"Ibu ga perlu khawatir karena saya dan keluarga sudah berjanji akan terus menjaga maudy sampai akhir hayat saya"ujar mark kembali
"Ibu mendengarnya kan,suami maudy berjanji akan menjaga maudy,bu restui terus hubungan kami ya,semoga terus bersama dan bisa membangun keluarga kecil yang bahagia"ujar maudy tersenyum
KAMU SEDANG MEMBACA
falling in love with devil CEO
RomanceMaudy celine carolitta merupakan gadis berusia 21 tahun yang memiliki sifat baik,ceria,pendiam,pekerja keras,dan penyayang.ia merupakan putri satu satunya dari keluarga yang miskin,ibunya yang merupakan hanya seorang pembantu dan ayahnya yang hanya...
