"Ceritanya sangat panjang. Singkatnya, saya ingin menikahi kakak Anda.”
Dari semua kejutan yang mungkin membuatnya terkejut, kata-kata yang baru didengarnya inilah yang paling membuatnya terkejut.
Jovanka tidak ingin percaya dengan apa yang didengarnya. Semua begitu mustahil. Pria ini, seorang multi jutawan, mengatakan ingin menikahi kakaknya? Kakaknya yang bahkan tidak punya teman dekat. Sejauh ini yang dia ketahui teman Renata hanya Kevindra dan Kevandra. Itu pun ia tidak pernah lagi mendengar tentang mereka sejak kakaknya berhenti bekerja. Renata, yang setahunya tidak pernah berhubungan dengan seorang pria, meskipun pernah mencintai Kevandra diam-diam. Ataukah dia sekarang sudah tidak mengenal kakaknya?
“Tapi Anda sudah bertunangan dengan orang lain. Bagaimana bisa Anda ingin menikahi kakak saya?” kata Jovanka. Dia tidak ingin kakaknya dipermainkan.
“Saya mencintai Renata. Percayalah! Waktu saya mengenalnya, sebenarnya saya sudah lama putus dengan tunangan saya. Saya memang belum mengumumkannya karena sesuatu hal. Tapi Renata sudah tahu semuanya,” jelas Wisnu. Jovanka masih menatapnya sangsi.
“Saya tidak ingin Anda menyakiti kakak saya! Dia sangat berarti bagi saya,” kata Jovanka tajam.
Wisnu mengangguk. “Dia juga sangat berarti bagi saya.”
Jovanka masih menatap Wisnu tajam. Mereka berpandangan beberapa saat sebelum Jovanka memalingkan wajahnya.
“Saya rasa sudah waktunya bagi saya untuk mengenal keluarganya. Akan tetapi selama ini yang saya dengar dari Renata hanya tentang Anda. Dia tidak pernah bercerita tentang ayahnya, kalian berbeda ayah bukan? Atau tentang ibu kalian,” lanjut Wisnu.
Jovanka menatap pria yang tampan mempesona itu. Apa yang sudah dilakukan kakaknya hingga bisa mencuri hatinya?
“Kakak tidak pernah mengenal ayahnya. Bunda tidak pernah menceritakannya. Bahkan secuil pun fotonya tidak pernah ada di rumah. Dari cerita pengasuh kami dulu, ayah kakak pergi sebelum kakak dilahirkan. Saya tidak tahu definisi pergi itu meninggal atau bercerai dengan bunda, atau menghilang,” kata Jovanka. Wisnu mengangguk. Dia sudah tahu tentang ini.
Jovanka melanjutkan. “Seingat saya kakak tidak pernah menanyakan tentang ayahnya. Sama sekali tidak pernah mengungkitnya. Bahkan kakak pernah menganggap dirinya anak pungut.”
Wisnu mengernyitkan alis. Mengapa bisa begitu?
Jovanka melihat tanda tanya di wajah pria di depannya.
“Apa yang terjadi? Apakah benar ibu kalian adalah Widuri Herawati?”
Jovanka mengangguk.
“Dan ia benar-benar ibu kandung Renata?”
Jovanka mengangguk lagi. “Di akta kelahiran kakak tertulis begitu. Juga dari cerita mereka yang tahu tentang kelahiran kakak. Bunda sendiri pernah sekilas menceritakan tentang kelahiran kami. Tapi hubungan kakak dengan bunda memang tidak terlalu baik.”
Wisnu masih setia mendengarkan. “Apakah Renata dulu bandel, suka membantah, atau menjadi trouble maker dan sejenisnya?”
Kali ini Jovanka menggeleng.
“Kakak seorang yang pendiam. Bunda yang selalu menekan kakak. Jadi kakak hanya tahu belajar. Dia tidak punya teman. Mungkin banyak yang menganggap kakak aneh, jadi mereka tidak mau berteman dengan kakak. Tapi kakak sangat baik. Sebenarnya kakak selalu menuruti kata-kata bunda. Waktu kakak mendapat beasiswa di MIT, bunda melarang. Kakak menurut.”
Wisnu terperangah. “Kakakmu pernah mendapat beasiswa di MIT?”
“Waktu itu kak Andra dan kak Kevin mengajukan beasiswa ke MIT. Hanya mereka berdua teman kakak. Mereka mengajak kakak untuk mengajukan aplikasi juga. Ternyata kakak diterima sedang kak Kevin dan kak Andra tidak.”
KAMU SEDANG MEMBACA
LUKA
FanfictionSeumur hidupku, aku hanya mengenal luka. Luka karena tidak diinginkan, luka karena diabaikan. Luka pertama ditorehkan oleh orang terdekatku, ayah dan bundaku....
