"Di mana?! Di mana adikku yang tersayang?!" Matteo Castello.
¤¤¤
Pengalaman bertarung dengan Glaze Fox membuat Giovanni mengerti bahwa dia harus menjadi lebih kuat dari sekarang. Apalagi, saat ini dia tengah berada di wilayah berbahaya yang dipenuhi oleh monster.
Giovanni menyadari bahwa ancaman dari monster-monster itu bisa datang kapan dan di mana saja. Untuk mengatasi ini Giovanni tidak memiliki pilihan selain meningkatkan kekuatan dan memperbanyak pengalaman bertarungnya.
Furash merasa sangat senang melihat semangat dan tekad Giovanni ini. Dia menjadi semakin antusias untuk melatih Giovanni meski keantusiasan tersebut tak mendapat tanggapan yang baik dari Alvia dan Raven.
"Lihatlah Tuan Furash, sekarang dia lebih memperhatikan Giovanni."
Alvia memperhatikan keduanya yang sedang berada di kejauhan–Ceanta juga ada bersama mereka. Giovanni nampak tengah memanah beberapa bola rumput berisi tanah liat yang Furash lemparkan.
"Apa dia mau mencaritahu identitas anak itu lebih jauh?" tanya Alvia.
"Tidak, bukan itu yang kurasa." Raven menimpali.
Alvia menoleh kepada pemuda itu dengan tatapan penasaran. Tanpa ditanya oleh Alvia, Raven kemudian mengatakan apa yang dia pikirkan tentang tindakan Furash saat ini.
"Menurutku, saat ini dia tidak peduli pada identitas Giovanni. Dia hanya ingin lebih dekat dengannya, sama seperti dengan kita dahulu."
"Oh, kau benar juga," balas Alvia.
Dia meletakkan dagu ke atas batu yang berada di hadapannya seraya menyilangkan kedua tangan di depan wajah. Dirinya kemudian kembali bicara dengan lirih tetapi suaranya masih bisa didengar oleh Raven.
"Tapi, apa dia tidak penasaran ataupun mencemaskan benda yang dibawa oleh Giovanni? Lalu, gadis succubus itu ...."
Raven teringat tentang anting kristal yang Giovanni miliki. Baik dirinya maupun Alvia sama-sama merasa janggal pada benda tersebut, seolah ada ancaman besar apabila mereka menatapnya.
"Kita harus mencaritahu soal anting itu," ujar Raven.
"O–oi, bukankah Tuan Furash bilang pada kita untuk—"
Raven dengan cepat memotong perkataan Alvia, "Ini untuk mencaritahu lebih jauh soal latar belakang anak itu. Mungkin saja, kekhawatiran kita selama ini benar. Kita harus melakukan apapun untuk memastikan keselamatan kita sendiri!"
Alvia memang skeptis terhadap kepolosan dan kebaikan Giovanni, namun kewaspadaannya tidak membuatnya berani bertindak lebih dari apa yang Furash larang untuk lakukan.
Pria itu sudah menghimbau padanya dan Raven untuk tidak menyinggung perihal anting kristal milik Giovanni beberapa waktu yang lalu. Akan tetapi, kini akibat dorongan Raven, Alvia menjadi sanggup mengabaikan himbauan Furash tersebut.
Keduanya pun sepakat untuk menyelidik lebih jauh tentang anting Giovanni secara diam-diam.
***
Berpetualang bersama party Raz Agul membuat Giovanni mengetahui sedikit dari latar belakang Raven dan Alvia dari penuturan Furash.
Raven merupakan seorang budak yang bekerja untuk seorang tuan tanah bersama ibunya saat pertama kali bertemu dengan Furash.
Dia dan ibunya mengalami banyak kekerasan serta penyiksaan, hingga kemudian sang ibu pun meninggal akibat semua kekerasan yang dilakukan oleh sang majikan.
Atas dasar rasa belas kasihan, Furash pun menebus Raven dari majikannya yang kejam tersebut dan setelah itu keduanya pun mengembara hingga menjadi pemburu monster seperti sekarang.

KAMU SEDANG MEMBACA
ARC OF THE HEIR: TALE OF STRIVE
FantasyKisah ini sudah ada dari zaman dahulu sekali, hingga tidak diketahui secara pasti kapan kemunculan pertamanya. Kisah ini, diceritakan melalui lisan ke lisan, lalu menjadi sebuah legenda, kemudian menjadi mitos, dan pada akhirnya menjadi sebuah cerit...