Chapter 9

732 118 32
                                    

Sharon dan tzuyu putus pada hari dia memergoki kekasihnya berselingkuh dengan seorang gadis dikampus mereka.

Pada awalnya dia tidak berhenti menangis, tinggal sepanjang waktu di kamarnya dan bahkan tidak nafsu makan.

Jeongyeon, myoui dan mina mulai khawatir dengan kondisi sharon. Jeongyeon bahkan sampai tidur di depan kamar sharon setiap malam untuk menunggunya keluar dari kamar. Meskipun myoui sudah meyakinkan jeongyeon kalau sharon baik-baik saja, tapi jeongyeon masih tetap menunggu sharon.

Walaupun hubungan jeongyeon dengan sharon tidak sedekat seperti dia dengan myoui, tapi jauh di lubuk hatinya jeongyeon masih peduli pada calon istrinya itu.

Sudah seminggu sejak sharon dan tzuyu putus, ini adalah hari senin dan jeongyeon memiliki banyak kegiatan yang harus ia lakukan di pagi hari.

Jeongyeon mengambil tas dan kuncinya siap untuk pergi ke kampus, tetapi dia masih tidak lupa untuk memeriksa sharon yang hari ini memiliki jadwal kuliah yang sama dengannya.

Jeongyeon menstabilkan napasnya sebelumnya dia mulai mengetuk pintu kamar sharon.

Tok...Tok...Tok...

"Sharon? Apa kau kuliah hari ini? Kita bisa terlambat..."

Tidak ada respon seperti biasanya, dia hanya menghela napas dan memutuskan untuk pergi sendirian ke kampusnya.

Myoui dan mina tidak memiliki jadwal kuliah hari ini, jadi dia merasa tidak perlu khawatir lagi pada sharon.

Ceklek

"Jeong..."

Saat jeongyeon hendak berjalan, pintu kamar sharon tiba-tiba terbuka, menampakkan seorang gadis berambut hitam, menggunakan blus putih dan rok mini kotak dengan tas di bahunya.

"Aku ikut denganmu...maaf karena membuatmu terlalu lama menunggu ku..."ucap sharon sambil menunjukkan senyum minta maafnya yang paling cerah pada jeongyeon.

Jeongyeon mengangkat alisnya karena ini pertama kalinya sharon tersenyum cerah padanya.

"E-eh...t-tidak apa-apa..."jeongyeon tiba-tiba tergagap dan membuat sharon terkikik melihatnya.

Jeongyeon tersipu ketika sharon menganggapnya lucu dan tiba-tiba mencubit hidungnya.

"Kau terlihat lucu saat gagap seperti tadi..." gemas sharon masih mencubit hidung jeongyeon.

Jeongyeon membeku dan tercengang dengan perubahan sikap drastis sharon padanya.

"Ayo...kau bilang kita bisa terlambat kan..." kata sharon sambil mengandeng lengan jeongyeon dan membawanya keluar dari rumah.

"Ada apa dengannya? Apa dia baik-baik saja?" batin jeongyeon keheranan.







Myoui pov

Aku menunggu jeongyeon untuk berangkat ke kampusnya sebelum aku keluar kamar dan pergi ke dapur. Aku berencana untuk membuat sesuatu yang spesial untuknya.

Aku sedang melihat semua potongan bulat adonan yang telah aku potong sejauh ini dan aku tak bisa menahan senyum puasku.

Aku masih harus menggambar desain bola basket di atas nya dan memasukkan nya ke dalam oven.

Aku kemudian mengambil tusuk gigi dan mulai menggambar pada adonan bulat itu.

Aku sudah setengah jalan ketika mina tiba-tiba datang ke dapur dan melihat apa yang sedang aku lakukan.

"Aku belum pernah melihat unnie sefokus ini membuat biskuit. Kenapa kau harus membuat bola basket?"tanya mina penasaran.

Aku tidak menjawab pertanyaan nya karena aku terlalu fokus menggambar bola basket di atas adonan itu.

Siblings (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang