Jeongyeon terlihat sibuk melihat layar komputernya sementara mina duduk di antara pangkuan jeongyeon dengan kepala bersandar di dada calon suaminya itu.
Ini adalah kesempatan emas bagi mina untuk bermanja-manja dan menghabiskan waktu bersama jeongyeon, tanpa adanya gangguan dari sharon atau pun myoui.
Dia merasa bersyukur karena sharon dan myoui tidak ada di rumah saat ini, mereka memiliki jadwal yang begitu padat sehingga membuat mina bisa berduaan dengan jeongyeon.
Tapi sayangnya, sang tunangan nya itu terlalu sibuk dengan layar komputer dan juga tugas kuliahnya.
Mina sudah mencubit pipinya, mencubit hidungnya atau bahkan menggigit lengan jeongyeon, mencoba untuk mendapatkan perhatian dari si berengsek itu, tapi dia tetap tidak mendapatkan apa-apa selain dua atau bahkan satu kata yang keluar dari mulut jeongyeon.
"Mina..." ringis jeongyeon saat mina kembali menggigit lengannya.
"Aghh aku bosan!" rengek mina dengan mata memohon.
"Hmm..."
Jeongyeon tidak mau repot-repot menatap mina dan hanya menjawab dengan gumaman, matanya masih tertuju pada layar, tapi hal itu tidak membuat mina menyerah.
"Oh ayolah jeong, apa kau tidak ingin bermain denganku hmm?"
Ketika mina melihat wajah jeongyeon tidak berubah sama sekali, dia memutuskan untuk menggunakan aegyo-nya yang langka, meskipun dia sangat membencinya tapi dia tahu jeongyeon akan luluh dengan caranya itu.
"Jeongyeon-ahh..akuuu bosaaannn.."
"Turun dulu, mina...."mata jeongyeon masih terfokus pada layar komputernya.
Mina merasa kesal, melihat bahwa aegyo-nya langkanya tidak berhasil pada tunanganya itu. Jeongyeon bahkan tidak repot-repot untuk melihatnya dan malah mengabaikannya.
"Tsk! Serius jeong! Apa sih yang kau lihat sampai mengabaikan ku seperti ini!" mina menyilangkan tangannya sambil melihat layar komputer jeongyeon.
"Hmm..."
"Jeongyeon!" kesal mina sambil memukul lengan jeongyeon.
"Aku harus mencari beberapa bahan untuk tugas kelompok yang di berikan pak choi kepadaku..." jeongyeon akhirnya menjawab sambil menggaruk tengkuknya.
"Siapa saja anggota kelompokmu?" tanya mina menatap jeongyeon dengan rasa ingin tahu.
"Laki-laki atau perempuan?" mina kembali bertanya.
"Keduanya..." balas jeongyeon.
"Siapa namanya?"kali ini mina bertanya dengan nada menuntut.
"Bangchan, Hyunjin, Fel..."
"Bukan yang laki-laki tapi yang perempuan..." potong mina sebelum jeongyeon sempat menyelesaikan kata-katanya.
"Jennie, Irene, Bona..." mina melebarkan matanya ketika mendengar nama-nama yang disebutkan jeongyeon.
Jeongyeon berdehem terlebih dahulu dan menggoyangkan tangannya di depan wajah mina karena khawatir melihat reaksi yang ditunjukkan tunangannya itu.
"Mina, apa kau baik-baik saja?"
"Apa wanita yang kau maksud itu, Kim Jennie, Bae Irene dan Kim Bona?" bukannya menjawab mina langsung bertanya lagi pada jeongyeon.
"Iya, apa kau mengenal mereka?" tanya jeongyeon dengan alis terangkat.
"Kapan kau mengerjakan tugas kelompok mu itu?" tanya mina tidak mau menjawab pertanyaan jeongyeon.
"Besok..."
