Pesta telah menjadi suatu ledakan bagi jeongyeon, dia hanya bersama sharon sepanjang pesta sampai mina akhirnya datang dan meminta mereka untuk mengantarnya pulang.
Jeongyeon dan sharon tidak pernah berpisah sejak mereka berdua berdansa. Itu bahkan adalah tarian yang penuh dengan kemesraan dan penuh dengan ciuman.
"Jeong, ya tuhan...kau sangat beruntung. Aku juga ingin seperti mu..."seru jackson sambil menepuk-nepuk bahu jeongyeon.
Jeongyeon telah mengantar mina dan sharon pulang lalu memutuskan untuk nongkrong bersama sahabatnya karena saat di pesta mereka tidak punya kesempatan untuk bicara. Sharon bahkan tidak pernah melepaskan jeongyeon untuk mengobrol dengan siapa pun.
"Apa kau akan berhenti?!"kesal jeongyeon karena jackson terus menepuk bahunya dan mengatakan bagaimana beruntungnya dia.
"Jadi sekarang kau lebih memilih sharon? Bagaimana dengan myoui?"tanya chaeyoung melingkarkan tangannya pada bahu jeongyeon.
"Aku tidak pernah bilang begitu, chaeng. Myoui masih tetap ada di hatiku..."chaeyoung berhenti berjalan dan menoleh ke arah jeongyeon dengan mulut berbentuk O.
"Woah...tapi tadi itu kau berciuman dengan sharon dan tentunya itu bukan ciuman biasa...itu sangat panas, jeong. Kau bermesraan dengannya di pesta tapi disini kau bilang kalau masih myoui yang ada di hatimu. Jadi, apa maksud semua itu jeong?" tanya chaeyoung dengan menaik turunkan alisnya.
"Ohooooo, kami punya sahabat player di sini. Sungguh jeong, kau benar-benar beruntung. Luarbiasa..."pekik jackson.
Jeongyeon pura-pura tertawa dan mendorong sahabatnya agar menjauh darinya.
"Berhenti menggoda ku!"kesal jeongyeon.
"Aku sedang berusaha disini, chaeng. Aku belajar untuk membuka hatiku untuk sharon. Jadi aku tidak pernah berniat mempermainkan mereka..."jelas jeongyeon dengan wajah begitu kesal.
Setelah menyelesaikan obrolan yang cukup lama, mereka bertiga lalu berjalan menuju ke mobil mereka masing-masing.
"Aku pulang dulu..."pamit jeongyeon membunyikan klakson mobilnya dan pergi dari sana.
.
.
.
.
.Tok...tok....tok...
Ceklek
"Jeongyeon? Apa yang kau lakukan di sini?"myoui bertanya dengan senang saat menemukan jeongyeon berada di depan kamarnya.
"Kau tidak pergi ke pesta, jadi aku pikir akan lebih baik menemuimu dulu sebelum aku tidur..."jawab jeongyeon sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Uhm begitu ya...ah kalau begitu ayo masuk..." ajak myoui dengan senyum malu-malunya.
"A-apa tidak apa-apa?" tanya jeongyeon melihat sekelilingnya takut jika sharon melihat dan salah paham padanya.
"Tidak apa-apa. Sharon tidak akan marah, dia kan tadi sudah mengabiskan waktu bersama mu...."jeongyeon menganggukan kepalanya dan masih ragu-ragu masuk ke dalam kamar myoui.
"Apa pestanya menyenangkan?" tanya myoui ketika mendudukan dirinya di atas tempat tidur.
"Eumm lumayan...." jawab jeongyeon menghindari tatapan myoui.
"Bagaimana dengan latihanmu?" tanya jeongyeon mengalihkan pembicaraan, dia khawatir myoui marah jika tau kalau dia berciuman dengan sharon saat dipesta.
Wajah tampannya bisa saja kembali babak belur seperti waktu itu atau lebih parahnya lagi, tangan terkilir dan patah tulang karena amukan myoui.
"Melelahkan seperti biasanya..." jawab myoui dengan alis terangkat.
