DTC #24

1.9K 336 50
                                        

Prilly memilin jari jarinya ketika ia tak melihat Ali sama sekali diantara semua orang yang mengantarnya ke bandara. Hanya ada Linyi, Jiayi, dan Bima. Tak lupa ada juga Derby yang memang pada dasarnya sedang pendekatan dengan Linyi.

"Lo hati hati disana, inget pesen gue jangan pernah sekalipun nyentuh minuman ber alkohol," ucap Linyi.

Prilly hanya mengangguk paham karena wanita itu sudah mengatakan kalimat itu lebih dari dua puluh kali. Gadis itu paham, apa yang dikatakan Linyi memang benar adanya, Korea berbeda dengan Indonesia.

Jiayi kemudian memeluk Prilly "Emhh, bakal kangen banget sama kak Prilly,"

"Kakak juga sih pastinya, jangan lupa chat kakak terus ya,"

Jiayi tersenyum "Pastinya sih kak,"

Setelah pelukan keduanya lepas, Prilly menatap sang kakak dan saling berpelukan cukup lama. Bima hanya dapat  menghela nafas kasar, mengusap puncak kepala adiknya "Hati hati disana, selalu kabarin abang, jaga kesehatan, semangat,"

Prilly mengangguk paham, ia melihat air mata yang sepertinya ditahan oleh abangnya. Memang, gadis itu dengan Bima cukup jauh akhir akhir ini. Abangnya yang sibuk dengan buah hati yang sebentar lagi hadir ditambah kesibukan Prilly, satu hal lagi, Prilly tak begitu akrab dengan Nayla. Berbeda ketika ia bersama Rina.

Derby menepuk pelan lengan Prilly, seolah tau kemana jalan pikiran Prilly, dokter anak itu hanya dapat tersenyum "Everything it's okay," ucap Derby.

"Ali beneran gak datang ya?" tanya Prilly membuat semuanya terdiam. Linyi menyenggol pelan lengan Derby, seolah tau apa yang harus dilakukan, laki laki itu berdehem pelan.

"Ehem, Ali lagi ada pasien VVIP Prill, susah banget sekarang buat ketemu dia," celetuk Derby.

Prilly mengangguk "Aku bukan anak kecil kali dok, emang Ali nya yang menghindar aja sih, salah aku juga," ucap Prilly.

"Awas aja abang ya nanti aku kebiri," celetuk Jiayi.

Semuanya menoleh termasuk Derby yang seketika hampir memegang miliknya sendiri. Merasa agak seram dengan ucapan gadis kecil itu.

"Lah kalau di kebiri gimana mau nanam benih Ji?" tanya Derby, hal itu mendapat tatapan mematikan dari Linyi.

Bima hanya terkekeh "Buang ke got aja Der," celetuk Bima.

"Kalau dibuang gimana nasib para kecebong Bang,"

"Lo makan dah tuh benih Der," sahut Linyi.

Derby mendekat pada Linyi "Uchhh bebi Yiyi,"

"Alay lo," ucap Linyi.

Prilly ikut tersenyum dan menggeret koper besarnya, setelah itu ia melambaikan tangannya pada semuanya.

Hari ini adalah tepat dimana Prilly akan terbang ke Korea Selatan untuk syuting drama yang akan dibintanginya disana. Jujur, benar benar berat bagi Prilly untuk melakukan ini. Dipikirannya saat ini hanya ada Ali.

Sudah lebih dari empat hari sejak terakhir pembicaraan mereka ditaman rumah sakit. Setelah itu,  mereka seperti tidak saling kenal sama sekali.

Tak ada komunikasi sama sekali dan bertukar kabar, entahlah hubungan mereka ini seperti apa?.

***

2 Tahun kemudian..

'Dia mengalami gagal jantung'

'apa?'

'Cek denyut nadi'

'intubasi'

 Love Beat (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang