Taehyung memasuki gedung rumah sakit, dengan penampilan santai dan satu tas berisi keperluan Namjoon. Hal ini sudah menjadi aktifitas wajib yang harus dilakukan Taehyung setiap harinya. Datang, pergi dan mengadu adalah hal wajib yang harus dia lakukan pada Namjoon.
Cukup terdengar aneh, mengingat pria itu masih dalam kondisi tidak sadarkan diri. Tapi, mau bagaimana lagi dokter itu bilang itu bagus untuk proses penyembuhan Namjoon.
Langkah Taehyung terhenti sejenak, saat wajah ayahnya terpampang cukup besar disalah satu stasiun televisi. Senyum kecil yang bahkan tidak terlihat seperti senyuman, membuat siapapun yang melihatnya akan merasa iba pada pria itu.
"Apa sekarang ini menjadi tanggung jawab ku? apa salah ku, kenapa aku harus dihukum seperti ini?"
Bruuuk...
Taehyung bahkan seluruh orang kompak menoleh pada sumber suara. Taehyung buru-buru berlari menghampiri seorang wanita dengan balita ditangannya. Suara tangis balita itu membuat Taehyung sedikir khawatir. Dia mengambil alih bocah laki-laki dari gendongan wanita itu.
"Badannya panas" gumamnya,
Tanpa mengucapkan apapun, Tehyung menggenggam tangan wanita itu dengan tangan kirinya untuk membantunya berdiri lalu membawa balita itu menuju ruang IGD.
Taehyung berlari cukup kencang, meninggalkan wanita itu dibelakangnya.
"Dokter, aku butuh dokter sekarang" teriak Taehyung histeris,
Dua orang perawat terlihat menghampiri Taehyung, menuntun pria itu masuk kedalam ruangan IGD. Sedangkan wanita yang berlari bersamanya tadi hanya menunggu diluar sambil menangis.
Waktu terus berjalan hingga hampir satu jam lamanya Taehyung didalam sana.
"Yewon" wanita itu menoleh menatap seorang perawat didepannya. Air matanya semakin jatuh, ia bangkit lalu menangis kencang dalam pelukan perawat itu.
Sepertinya takdir enggan melepas Yewon dan keluarga KIM, wanita dengan balita yang berlari bersama Taehyung adalah Yewon. Wanita yang telah dianggap mati olah Namjoon, wanita yang menukar kebahagian dengan seorang bayi yang telah kehilangan ibunya.
"Aku tidak becus merawatnya"
"Tenanglah, Joongi pasti akan baik-baik saja" ucapa perawat itu
"Sinb, apa aku masih bisa merawatnya? tidak akan ada yang bisa memisahkan kami kan?"
"tenanglah, Joongi adalah milik mu"
Taehyung berdiri tepat dibelakang mereka, mendengar semua yang mereka katakan, setiap kalimat yang diucapkan wanita itu terdengar begitu menyakitkan.
Taehyung melangkah pergi, meninggalkan kedua wanita itu tanpa mengucapkan satu kata pun.
"Astaga Yewon, kau membuat ku takut" seorang wanita lain terlihat keluar dari ruang IGD, sambil melengkah menghampiri Yewon dan Sinb.
"Bagimana dengan Joongi?" tanya Yewon khawatir
"Dia baik-baik saja, ini gejala biasa pada bayi saat alergi makanan"
"Boleh aku masuk?" Tanya Yewon pada wanita itu
"Tentu, Joongi juga pasti merindukan mu"
Yewon melangkah masuk, disambut dengan wajah damai putranya yang tertidur. Lima bulan berlalu dan pria kecil itu mulai tumbuh dibawah pengawasan Yewon. Setia detiknya pohon kasih sayang semakin kuat tertanam dalam hati Yewon. Ia begitu menyayangi pria kecil itu layaknya putranya sendiri, atau bahkan ia sudah menganggap pria kecil itu sebagai putra kandungnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Boss! [Kim Namjoon] [COMPLETED STORY]
Romance[ FOLLOW SEBELUM MEMBACA ] Menjadi sekretaris tidak pernah masuk dalam buku mimpi kehidupan yang diingin oleh Kim Yewon. Sebagian wanita diluar sana mungkin akan mengganggap ini sebagai nasib baik, namun bagi Yewon ini adalah nasib buruk. Sebena...
![Boss! [Kim Namjoon] [COMPLETED STORY]](https://img.wattpad.com/cover/170473010-64-k753682.jpg)