Hari libur tanpa mata kuliah menganggu membuat hari Ohm terasa lebih tenang. Bukan libur sebenarnya, hanya dosennya mendadak ada acara di luar kota dan jam kuliahnya diganti tugas yang menurut Ohm tak seberapa (karena Ohm bisa mencontek Blue tentu saja).
Sejak pagi sampai kini sore menjelang Ohm ada di rumahnya. Membawa pakaian kotor sekantong besar yang rencananya akan ia bawa ke laundry terdekat, namun di tengah jalan gerak motornya ia belokkan. Pikir Ohm lebih baik ia bawa saja pakaian kotornya pulang, biar Mamanya yang cucikan. Lebih hemat uang dan efektif kan?
"Hahahah..."
Ohm yang sedang menonton televisi berdua dengan sang Mama memandang Gulf heran karena tiba-tiba si lelaki manis tertawa keras terpingkal-pingkal, padahal serial di layar kaca tengah menampakkan adegan sedih jenazah anak durhaka yang dilaknat ibunya harus tercebur got comberan.
"Hahahahaha.." lagi. Makin keras saja suara tawa Gulf, beradu dengan tangis tokoh Ibu di layar kaca yang meronta-ronta meratapi nasib anaknya.
"Emm..Mah.." panggil Ohm ragu.
"Ha?" Gulf mengangkat sedikit kepalanya melayangkan pandangan bertanya.
"Ngetawain apa?"
"Oh.. ini si New lagi nyeritain anak bontotnya." Jawab Gulf menunjukkan layar hapenya yang menampakkan room chat dengan salah satu teman sesama member Cabe Syari'ah.
"Eh, anak bontotnya Tante New? Nanon?" Ohm mendekat dengan ketertarikan di sinar mata.
"Iya. Gebetan kamu kan?"
"Hehehee.. Nanon kenapa Ma?" Malu-malu Ohm menggaruk kepala yang tak gatal sama sekali.
"Ketinggalan di rumah sendiri, keluarganya pada ke kampung Eyangnya."
"Lah, kok bisa??"
"Katanya tadi pagi mendadak Kakaknya Om Tay ngabarin, Papanya jatuh benerin genteng. Makanya pada langsung berangkat ke kampung takut ada apa-apa. Untung Papa sama Kakaknya Nanon belum berangkat kerja sama kuliah." Terang Gulf.
"Terus Nanon??"
"Udah berangkat kuliah pagi. Makanya ketinggalan. Tante New sama Om Tay lupa kalau anaknya yang di rumah ada dua, yang diajak ke kampung cuma Frank aja. Hahahaha.."
Entah mengapa Ohm malah jadi teringat salah satu film lawas bertajuk Home Alone yang menceritakan seorang anak laki-laki yang ketinggalan liburan.
"Dan kamu tau Ohm, ternyata Papanya Om Tay cuma jatuh dari genteng kandang ayam yang tingginya se-meter doang." Gulf melanjut tawa lebarnya membaca chat curhatan sang sahabat.
Keluarga Tay memang seabsurd itu ternyata.
"Ma, aku pergi dulu deh. Mau menemani masa depan." Tanpa basa-basi lanjut Ohm meraih hape, dompet dan kunci motor kemudian melesat meninggalkan Gulf yang menatap keheranan.
Dasar anak muda, bucinnya terang-terangan -batin Gulf
....
"Ma, ini garemnya emang rasanya manis apa gimana???" Nanon mendumel pada sang Mama yang ia hubungi lewat sambungan telfon. Sambil tangannya memainkan sepiring omelet yang baru saja ia buat namun rasanya benar-benar tak karuan.
Pulang kuliah tak ada orang, ditinggal ke kampung sendirian, tak disiapkan secuilpun makanan, dan sekarang buat omelet pun rasanya awut-awutan. Nanon benar-benar kesal sekarang.
"Kamu ambil garem di mana emang?" Suara New menjawab dari seberang.
"Ya di toples yang tulisannya garem dong Ma."
KAMU SEDANG MEMBACA
HASIL KONDANGAN (OHMNANON)
FanfictionPulang kondangan mah bawa hasil nasi kotak atau souvenir doang biasanya. Gimana jadinya kalau Nanon yang pulang kondangan dari nikahan mantan malah bawa hasil jodoh untuk masa depan?? Warning : * bxb * mpreg * don't like don't read
