CABE SYARI'AH (2)

2.1K 296 72
                                        

Vote dulu kali ah ;)









Bertahun-tahun jadi tetangga rumah dan mengenal seorang New, Tay sudah terbiasa direpotkan oleh si lelaki gembul. Mulai dari dimintai tebengan, disuruh mengantar belanja padahal ujungnya jelas jadi tukang angkut barang belanjaan, serta yang paling Tay sebal, jadi teman curhat. Untuk bagian terakhir, sedang terjadi saat ini ngomong-ngomong.

Di hari Minggu yang awalnya damai sejahtera sentosa, Tay sudah berniat bergi ke pasar hewan untuk mencarikan kandang baru bagi Rambo, ayam jago Bangkok kesayangannya. Pikir Tay, mungkin kandang elegan dengan beberapa anyaman rotan akan membuat si jago tampak makin gagah dibuatnya.

Namun sayang beribu sayang. Belum juga pagi menghilang, kesialannya sudah datang dengan New si tetangga kesayangan yang berteriak heboh dengan isak macam bocah di teras rumah. Kepalang malu dengan orang tuanya, serta takut dikira melalukan hal tak senonoh sehingga New meraung padanya, Tay memutuskan menemui New dan menunda niat mulianya mencarikan rumah baru bagi Rambo.

"Jadi kenapa kali ini?" Tanya Tay setelah mengulurkan selembar tisu pada New.

Dua sahabat itu kini sedang duduk di trotoar jalan depan rumah Tay. Karena Tay takut jika mereka mengobrol di teras, Ibunya akan kepo dan ikut mendengarkan.

Sebelum menjawab pertanyaan Tay, New mengelap air matanya terlebih dahulu. Kemudian kembali menyedot bubur ayam sarapannya yang sejak awal ia genggam di tangan kanan.

Menyedot? Bubur ayam?

Kalian tak salah baca ngomong-ngomong.

Menurut New dari pada bingung diaduk atau tidak diaduk, lebih baik disedot saja sekalian

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Menurut New dari pada bingung diaduk atau tidak diaduk, lebih baik disedot saja sekalian.

"Gue.. gue... Hiksss....mau curhat hueee.."

"Eh, eh.. ssssttt diem diem, atau gue tinggal lu sekalian!!"

".....hiks...."

"Adoooh. Lagian lu kalau mau curhat ngapa nggak sama temen se-geng lu aja sih? Siapa tuh? Si Kit apa Gun gitu???" Bukan apa-apa, curhatan New bagi Tay isinya selalu absurd didengar.

"Kit nganterin kucingnya imunisasi polio."

"Udah kaya anak bayi aja tuh kucing." Gumam Tay takut New dengar. Lalu kembali ia bertanya. "Gun?"

"Diajak jalan ke pasar kaget sama anaknya Pak Dul, tukang soto kantin Ekonomi."

"Anaknya Pak Dul? Siapa?"

"Temen lu tuh, anak mesin yang mukanya kaya kokoh-kokoh Glodok."

"Si Jumpol?????"

"Iya kali. Jempol, eh Jumpol. Tau dah bodo amat. Temen pada nggak pengertian emang, temennya lagi sedih malah pada pergi. Hiksss.." Lagi-lagi drama live di depan mata Tay tersaji.

Tisu di tangan New sudah tak berbentuk, basah dan lecek. Belum lagi untuk mengelap bekas ingus di hidung dan bekas bubur di mulut.

"Emang lu sedih kenapa sih? Nggak kebagian tiket pasar malem lagi? Apa tugas ilang lagi gara-gara salah pencet save jadi don't save?" Tay hanya berkaca dari pengalaman yang sudah-sudah.

HASIL KONDANGAN (OHMNANON)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang