31

2.5K 313 68
                                        

Vote dulu yaps ;)










Nanon masih setia semenjak setengah jam lalu dalam persembunyiannya di balik tembok. Memasang telinga mendengar setiap obrolan sang kakak sulung dengan kekasihnya yang berangsur normal.

Seenggaknya gue masih yakin Abang nggak akan nikung pacar gue -batin Nanon

Sembari tak lepas setoples keripik singkong dalam pelukan yang ternyata hanya tinggal remahan. Rakus juga dia rupanya, satu toples dihabiskan seorang diri. Benda pipih di saku celana bergetar penanda notifikasi.

Ah, dari sang mama rupanya. Mungkin mau ijin pulang terlambat setelah kondangan karena akan keluar sejenak dengan geng cabe syari'ahnya untuk berburu berondong. Begitu pikir Nanon.

 Begitu pikir Nanon

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Selalu begini, ada-ada saja tingkah Mamanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Selalu begini, ada-ada saja tingkah Mamanya. Membuat keinginan Nanon untuk pindah KK semakin membara. Eh, tapi mau pindah ke KK-nya siapa???

BRAKK!!!!

Lamunan tak penting Nanon buyar mana kala suara pintu dibuka kasar menarik penuh atensinya. Buru-buru toples keripik diletakkan di meja makan kemudian lari ke ruang tamu mencari tahu apa yang terjadi di sana. Jangan sampai ia ketinggalan berita.

Muka kaget Nanon makin terlihat cengo melihat keadaan ruang tamunya yang tadi hanya diisi Ohm dan Pluem tiba-tiba ramai ditambah kehadiran New, Gawin, Frank serta Drake.

Ohm dan Pluem yang tadi duduk berhadapan tanpa suguhan sudah berdiri, bersikap sopan. New yang baru pulang kondangan duduk di single sofa. Keringat menetes membuat bedaknya mengkilat dengan eye liner luber kemana-mana. Nafasnya tersengal penuh rasa marah, sama dengan Gawin di sampingnya yang hanya mengenakan kaos lusuh dan celana pendek serta rambut diikat apelnya.

Tak kalah berantakan, di hadapan mereka Frank dan Drake duduk bersisian di sofa panjang dengan wajah gundah tak karuan. Drake yang mengangkat wajah, menatap Gawin dengan sorot bantahan. Sedang Frank penuh menunduk, memainkan jemari dalam pangkuan macam balita dimarahi Ibunya.

"Ma, ini kenapa sih???" Tanya Nanon penasaran.

New menoleh, menatap sang bungsu dengan mata berkaca, merah penuh luka. "Kita tunggu Papa." Tegas setiap katanya.

HASIL KONDANGAN (OHMNANON)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang