Riuh ramai mulai mengisi sore di area jalanan kampus. Terik mentari yang menaikkan suhu mulai berangsur redup membawa suasana nyaman menjelang senja.
Hampir jam empat, semua anggota BPJS band sudah bersiap di dekat panggung kecil yang disiapkan panitia bersama beberapa performer lain. Kepopuleran Bambam selaku asisten dosen di kampus membuat banyak pula performer yang tak segan terlibat dalan acara amal tersebut.
"Nanon!!"
Nanon yang sedang berusaha membuka botol air mineralnya menoleh saat namanya disuarakan. "Eh, Mas Bambam. Ada apa?" Ternyata yang mendekati seorang pemuda berkaos hitam yang jadi sasaran amal karena rumahnya rubuh terkena pohon randu yang tumbang kala hujan besar melanda kota.
Bambam menggeleng kecil. Membuat rambut belah tengahnya yang mirip Charlie ST12 bergoyang kanan-kiri. "Mau ngucapin makasih aja, Non. Bantuan dari kalian berarti banget buat aku sama keluarga."
Duuh, Nanon jadi mellow mendengar kalimat Bambam. "I..iya Mas. Semoga rumahnya cepet bisa dibangun lagi ya. Oh iya terus beberapa hari ini Mas Bamban tidur di mana?"
"Numpang Non, di gudang rumah tetangga."
"Astagaa." Nanon membuka lebar mulutnya tak menyangka. "Emang Mas Bambam nggak punya keluarga?"
Yang lebih tua menggekengkan kepala. "Ibu Bapakku ngerantau di sini Non. Cuma sama aku sama adekku satu. Keluarga kami semuanya di kampung."
"Ohh gitu."
"Ekhem!!" Deheman keras dengan raut tak bersahabat datang dari seorang pemuda yang mendekat.
"Apaan sih, Ohm?"
"Bang Toptap mau briefing bentar, persiapan manggung." Jelas Ohm.
Nanon melirik ke arah panggung, di mana grup dance dari gadis-gadis semester tujuh termasuk Lisa yang katanya gebetannya Bambam tengah tampil dengan busana kurang bahan sambil menggoyang tubuh mengikuti irama lagu Whistle milik girlband Korea Blackpink. Mungkin ini salah satu cara mereka mengusir jenuh ketika skripsi di depan mata.
"Mas, aku duluan ya." Pamit Nanon pada Bambam yang masih ada di depan mereka.
"Iya, Non. Sekali lagi makasih banyak atas bantuan kalian. Habis tampil Nanon mau langsung pulang?"
"Nggak Mas, nonton dulu lah. Kan habis ini banyak yang tampil juga."
"Bagus deh. Nanti nyamper Mas ya, di situ." Jemari Bambam menunjuk salah satu kursi yang ada di barisan depan.
"Siap, Mas!!" Nanon tersenyum dengan dimple mencuat, membuat Bambam dengan reflek mengusakkan tangannya di rambut bervolume tersebut.
"EKHEM!!!!!" Tapi deheman Ohm yang makin keras langsung membuat canggung antara mereka.
"Ayo buruan!!" Tanpa menunggu lagi jemari Nanon diraih dalam gandengan menuju teman-temannya yang berkerumun di sisi jalan.
"Iih, Ohm apa sih?? Nggak sopan tau jutek-jutek gitu ke Kakak tingkat!!" Dengus Nanon melepaskan cekalan Ohm paksa.
Ohm yang langkahnya agak di depan menoleh dengan tatapan nyalang. "Oh, nggak sopan ya? Terus yang sopan tuh yang kaya gimana, Non? Yang mesra-mesraan depan panggung? Yang usap-usapan rambut di tengah umum? Gitu??"
Nanon terkesiap. Nada yang Ohm gunakan bahkan lebih tinggi dari pada ketika si tampan hilang kesadarannya akibat kecubung. Mata Nanon mengerjap. "Ohm.."
"Udahlah. Ayo buruan nanti Bang Toptap marah-marah lagi." Berjalan lebih dulu di depan Nanon tanpa menghiraukan si manis.
Nanon bingung, apa dia sudah keterlaluan? Tapi di bagian mananya?
KAMU SEDANG MEMBACA
HASIL KONDANGAN (OHMNANON)
FanficPulang kondangan mah bawa hasil nasi kotak atau souvenir doang biasanya. Gimana jadinya kalau Nanon yang pulang kondangan dari nikahan mantan malah bawa hasil jodoh untuk masa depan?? Warning : * bxb * mpreg * don't like don't read
