Pagi masih baru saja menampakkan diri. Wangi embun basah sisa gerimis semalam masih menguar mengisi indah awali hari.
Rumah milik Tay Tawan terlihat sepi beberapa menit lalu, sebelum sebuah CBR hitam berhenti tepat di depan gerbang dan sapaan mengganggu telinga mulai terdengar.
"NANOOON.. UDAH BANGUN BELUM? BERANGKAT KULIAH YUK???"
"NAA....."
Krieet..
".... non.. eh, Tante New. Pagi Tanteeee.."
New yang tadinya cemberut kesal membukakan gerbang bagi si tamu, mendadak rautnya berubah cerah ketika mendapati yang jadi tamunya adalah seorang pemuda berwajah tampan dengan jaket kulit hitam bagai anak motor metropolitan.
"Eh, ada nak Ohm. Mau jemput Nanon ya??" Yang datang Ohm, si pemuda yang tadi malam bahkakan sampai hampir larut menemani suaminya main catur. Eh, ini pagi-pagi sudah sampai sini lagi.
Rajin banget dah anaknya Gulf ke sini mulu -batin New
"Iya, Tan. Nanonnya lagi apa Tan?"
New menghela napas panjang. "Tidur dia mah jam segini Ohm. Nanti bangunnya kalau udah mepet jam delapan, mandi bebek doang langsung berangkat sama Chimon." Yang lebih tua mengurai cerita, meratapi ia yang selalu bangun pagi sendiri tanpa ada yang menemani.
Baik Nanon maupun Frank sama-sama mewarisi gen Tay Tawan soal bangun tidur. Susah dibangunkan, mepet bangun, jadi santapan sehari-hari mereka.
"Oh, gitu ya Tante. Ngomong-ngomong ini Ohm bawain boba Tan, buat Om sama Tante." Respon Ohm mengangkat bungkusan plastik berisi dua gelas boba di tangan kanannya.
"Wah, bobanya Mama Papa kamu ya?"
"Iya Tan."
"Duuh, enak nih kayaknya. Makasih ya Ohm." New menerima bungkusan boba sambil dalam hati berbicara sendiri, masa pagi-pagi gue sama Tawan disuruh minum es boba?? -batin New
Ya masukin kulkas aja Tan, buat nanti siang -author
"Ya udah masuk aja yuk, Tante bangunin Nanonnya sebentar."
"Iya Tan, makasih."
Mengikuti langkah New ke dalam rumah, Ohm duduk menunggu di ruang tamu menikmati suara cicit burung peliharaan Tay sambil menunggu Nanon yang masih diusahakan bangun oleh Mamanya.
"BURUAN DAH DEK, ATAU MAU MAMA SIRAM???" jelas Ohm dengar geraman New dari dalam kamar Nanon, membuat ia terkekeh gemas.
"Masih jam tujuh, Ma. Lima belas menit lagi deh.." cicitan Nanon seperti menggumam.
"KASIHAN OHM TUH UDAH NUNGGUIN.."
"HAH? OHM?"
"Iya.. udah nunggu tuh.."
"BILANGIN BENTAR MA, NANON MANDI DULU." Lalu terdengar gedebuk seperti sesuatu jatuh diiringi New yang keluar kamar Nanon dan menghampiri Ohm sambil geleng kepala.
"Aduh, maaf ya nak Ohm. Gitu emang si Nanon, malesnya minta ampun. Makanya pas dulu pernah minta ngekos aja nggak Tante ijinin. Bisa telat kuliah tiap hari kalau nggak ada yang bangunin." Kekeh New mengingat kebiasaan putranya.
Kalau ngekosnya sekamar sama gue, diijinin nggak ya?? -Ohm membatin sambil tersenyum menatap New
Pikirannya sudah sampai di tahap kos bersama bahkan cari uang lebih untuk beli apartment dan ajak Nanon tinggal berdua. Terlalu jauh untuk mereka yang resmi pacaran baru beberapa jam saja.
"By the way, mau minum apa nak Ohm? Biar Tante bikinin." Tawar New, sedikit sambil mengagumi ketampanan si bocah yang katanya 11 12 dengan Mew Suppasit, type cowok idealnya jaman sekolah.
KAMU SEDANG MEMBACA
HASIL KONDANGAN (OHMNANON)
FanfictionPulang kondangan mah bawa hasil nasi kotak atau souvenir doang biasanya. Gimana jadinya kalau Nanon yang pulang kondangan dari nikahan mantan malah bawa hasil jodoh untuk masa depan?? Warning : * bxb * mpreg * don't like don't read
