14

3.5K 534 112
                                        

Semalaman tak bisa tidur gara-gara gelisah memikirkan kelakuan Ohm Pawat, Nanon jadi bangun terlalu siang. Beruntung ini hari minggu, jadi ia tak perlu mendengar omelan si Mama yang kerasnya tak kalah dengan petasan banting.

Duduk di sofa depan televisi bersama sang Mama menyaksikan berita gossip keluarga artis yang berebut warisan, mata Nanon masih tampak mengantuk dengan muka bantal.

"Ganti ih Ma, liat Bolang. Bosen nonton begitu tiap buka tipi." Jengah Nanon menduselkan kepala ke ketiak Mamanya.

Sang Mama berdecak. "Bentar, lagi rame ini hasil sidangnya gimana."

"Elleh, kaya kalau dapat warisan Mama kecipratan aja." Hanya berani bersuara lirih, karena Mamanya sudah melotot penuh peringatan.

Nanon sempat dongkol dalam hati. Tadi seharusnya ia bangun pagi-pagi saja sehingga bisa ikut Papanya pergi memancing bersama Bapak-bapak kompleks. Bukan malah begini terjebak dalam tayangan televisi tanpa edukasi bersama Mamanya yang gemar gossip.

"Hmmmmm, wangi amat." New mengendus hidung melihat putranya yang lain keluar kamar dengan pakaian rapi dan wangi parfum menyengat.

Frank, Kakak Nanon mengangguk penuh kebanggaan. "Iya dong, kan mumpung minggu mau jalan sama pacar dulu." Pongahnya.

Nanon sudah masa bodoh. Lebih memilih memejamkan matanya lagi memeluk bantal sofa di depan dada.

"Loh, Non kok malah tidur? Dicariin Yoga tuh dari tadi." Perkataan Frank sontak membuat Nanon mengerjapkan matanya.

"Yoga? Yoga siapa?" Bingungnya. Seingatnya ia tak punya teman bernama Yoga.

"Yoga anak Pak RT itu, Kak?" New juga ikutan kepo.

Frank malah menggeleng. "Bukan, Ma. Yoga, Yo Ga ada, kan Nanon jomblo. Hahahahahaha."

"Oalah, belegug sia Kak!!" Bantal sofa dilempar ke arah Frank yang masih tertawa lebar. Beruntung si pemuda berhasil lolos dan langsung berpamitan karena yang menjemput sudah menunggu di luar.

Kembali lagi, tersisa Nanon dan New yang menggabut bersama di hari minggu ini.

"Anaknya Mew apa kabar, Non?" Tanya New tiba-tiba. Maklum, acara gossipnya sedang iklan jadi lebih baik ia mencari obrolan.

"Siapa anaknya Mew?" Nanon masih ngantuk-ngantuk ayam.

"Itu si Ohm, katanya mau pdkt ke kamu."

"Dih, kata siapa? Ngarang aja si Mama." Sewot yang lebih muda. Sakit hati semalam saat Ohm meninggalkannya untuk mengantar Tu pulang langsung terbayang.

"Lah, kata emaknya begitu. Masa nggak?" Dengan antusias New memutar badan menatap anaknya tepat, tak lagi ke depan menatap televisi yang iklannya tak berhenti-berhenti.

"Ya emang nggak. Mama nggak percaya sama Nanon?"

"Nggak sih, percaya Tuhan aja Mama mah. Percaya kamu musyrik nanti."

Yeee orang tua malah ngelawak -batin Nanon

"Tapi Non, dia keliatannya perhatian loh sama kamu."

"Demi band doang itu mah."

"Masa sih? Kemaren nganter bubur juga demi band?"

"Ya nggak tau. Tanya aja sendiri sih Ma ah."

"Ya nanti deh kalau dia dateng Mama tanya sendiri."

"Elleh, nggak bakal da..........."

"PERMISIIII, SELAMAT SIAAAANG!!" Kalimat Nanon terpotong teriakan dari pintu depan.

HASIL KONDANGAN (OHMNANON)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang