29

3.4K 420 113
                                        

Duduk berdua di atas laju roda kembar, membelah jalanan sore sambil menguar keromantisan. Ohm dan Nanon saling merengkuh nikmat masa pacaran yang baru beberapa minggu mereka rasakan.

Baru saja pulang dari berkunjung ke rumah yang lebih tua, kali ini keduanya memutuskan langsung pulang karena Nanon yang kepalang penasaran soal masa lalu orang tuanya. Tadi ketika tea time bersama orang tua Ohm, Gulf sempat menyinggung soal masa muda mereka dan orang tua Nanon. Soal cinta segi tiga, dari saingan jadi sahabatan, semuanya menjadi pertanyaan besar di benak Nanon.

Berhenti di pertigaan lampu merah, Nanon mulai celingukan kanan-kiri dan menyiapkan uang lembar dua ribuan, takut tiba-tiba ada pengemis mendekat. Tak mau tragedi 'sedekah dengan senyuman' kekasihnya terulang lagi.

"Loh duit gue gede semua Ohm. Nggak punya receh nih gue, pake punya lo aja ya?" Ujar Nanon setelah merogoh kantong celana dan jaketnya yang hanya ada uang lima puluh ribuan jatah jajan dari Papanya.

"Hah? Apa Non?" Tanya Ohm dengan kerutan. Karena memang ketika Nanon bicara padanya, motor di samping mereka sedang menyalakan mesin, berisik.

"Receh, kasih receh aja." Ujar Nanon agak dikecilkan suaranya kala seorang anak berbaju lusuh datang pada mereka minta belas kasihan.

"Ah, iya gampang." Jawab Ohm seolah mengerti.

Nanon sudah mengangguk tak peduli sampai ketika Ohm bersuara lagi. "Dek, ada berapa huruf dalam abjad?"

Si anak kecil menengadah berpikir. "Dua puluh enam."

"Salah. Yang bener lima doang."

"Lah?"

"Kan abjad, a-b-j-a-d. Lima kan?" Terang Ohm sambil menghitung dengan jarinya.

"ADOOOH!! KOK AKU DIGEPLAK NON??"

"LO BEGO SOALNYA! NGAPAIN SIH?"

"KATANYA DISURUH NGASIH RECEH? INI KAN AKU LAGI NGASIH RECEH???"

"DUIT BEGO DUIT!!! BUKAN TEBAKAN RECEH ASTAGAAA..."

"Ya mana aku tau, Non.."

Nanon mendengus masa bodoh. Bermaksud merogoh uang lima puluh ribuannya dari saku celana demi menutup malu atas kelakuan pacarnya pada si bocah peminta-minta.

"Eh Dek ini............... LAH KOK NGGAK ADA??? TUYUL YA????"

"Bukan Non, kabur dia nggak kuat sama teriakan kita."

Sumpah demi mesin waktu Doraemon yang ada di laci meja belajarnya Nobita, Nanon agaknya menyesal menerima Ohm sebagai pacar.

Begoknya alami, bagai diambil langsung dari mata air gunung Rinjani -batin Nanon

Membiarkan malu dikubur dalam seiring motor yang kembali dilajukan, dering suara telfon genggam menarik atensi memaksanya melihat meski sedang di atas kendaraan. Notifikasi pesan masuk dari Nyonya besar ternyata.

 Notifikasi pesan masuk dari Nyonya besar ternyata

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
HASIL KONDANGAN (OHMNANON)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang