Pulang kondangan mah bawa hasil nasi kotak atau souvenir doang biasanya. Gimana jadinya kalau Nanon yang pulang kondangan dari nikahan mantan malah bawa hasil jodoh untuk masa depan??
Warning :
* bxb
* mpreg
* don't like don't read
Mendengarkan ocehan dosen di jam-jam makan siang seperti ini selalu membuat Nanon merasa mengantuk. Biasanya ia akan makan permen, atau main ABC lima dasar di kertas sobekan dengan Chimon untuk membunuh bosan.
Sayang, hari ini stok permen di tasnya sudah kosong. Pun Chimon yang sedang asyik dengan dunianya sendiri mengabaikan Nanon. Tumben-tumbenan si bocah bawel sedang diam dengan buku modul di tangan seolah memperhatikan. Membuat dosen mereka tersenyum puas. Si dosen tak tahu saja terselip komik Sailor Moon di balik modul yang dipegang Chimon.
Memanfaatkan posisi duduknya yang lumayan tersembunyi di bawah jendela, Nanon membuka smartphone-nya merasakan ada getar di saku celana penanda pesan atau mungkin panggilan masuk untuknya.
Tukang Gitar -satu nama kontak tak asing yang membombardir hapenya dengan beberapa pesan
Nanon menghembus nafasnya malas. Bukan apa-apa, ia sedang malas sekaligus malu juga dengan si gitaris tampan perihal pengakuan asal Ohm kemarin di tukang sate. Memang tak masalah sih ia mengaku sebagai pacar Nanon di depan Babang mantan, toh Nanon juga jomblo. Tapi kedipan nakal dan senyum tampan setelahnya-lah yang membuat Nanon malu. Nanon bersumpah kupu-kupu di perutnya sudah bertransformasi menjadi burung pipit yang area terbangnya sudah mencapai rongga dada sampai ke kepalanya.
Setelah pesannya tak langsung Nanon buka, ternyata Ohm tak berhenti dan malah mengirim pesan lebih banyak lagi. Sial. Nanon sebal juga lama-lama dengan suara getaran benda pipihnya.
Buka aja deh. Gue jutekin, biar nggak kelihatan baper -batin Nanon
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.