Mistake 14

1.3K 213 44
                                    

Bohong jika Jungkook tidak terpengaruh dengan perkataan sang ibu. Setiap malam, dia bahkan sulit untuk tidur lantaran sibuk memikirkan hal itu.

Jungkook ingin percaya bahwa Yoongi tidak mungkin melakukan apa yang ibunya tuduhkan. Namun, hati kecilnya juga tidak bisa mengabaikan informasi sekecil apa pun mengenai sang ayah kandung.

Bertahun-tahun Jungkook telah mencarinya, tetapi sampai sekarang dia tidak mendapatkan apa-apa selain rasa kecewa. Lantas, saat ibunya datang, mengatakan sesuatu yang baginya tidak masuk akal. Apa menjadi sebuah kesalahan, jika Jungkook kembali mencari jawaban di balik kematian sang ayah demi ketenangan hatinya?

"Boleh aku tahu. Sebenarnya apa alasanmu berhenti membantuku menemukan pembunuh Ayah kandungku, Taehyung?"

Taehyung yang mendapatkan pertanyaan seperti itu total terdiam. Tidak menyangka, jika Jungkook akan kembali membahas hal yang bahkan sudah nyaris dia lupakan.

Jungkook sendiri mengamati raut wajah sang lawan bicara, jelas sekali ada keterkejutan di sana.

Apa yang salah dengan pertanyaannya? Rasanya reaksi Taehyung terlalu berlebihan untuk pertanyaan seperti itu.

"Bukankah aku sudah menjelaskannya, Jung? Aku hanya ingin fokus pada pendidikan," jawab Taehyung.

"Benarkah? Hanya itu?"

"Ya, hanya itu."

"Bukan karena kau sudah tahu, siapa orangnya 'kan, Tae?"

Keduanya sama-sama terdiam usai Jungkook kembali melempar pertanyaan di luar dugaan. Sebisa mungkin Taehyung menormalkan raut wajahnya, sebelum akhirnya tertawa untuk mencairkan suasana.

"Kau ini bicara, sih? Aku pasti sudah mengatakan padamu kalau aku tahu siapa orangnya, Jung," ujarnya.

Tidak ingin Jungkook menanyainya lebih jauh lagi. Buru-buru Taehyung menyelesaikan makannya, sebelum akhirnya meninggalkan kantin tanpa menghiraukan Jungkook yang kini tengah menatapnya dengan raut tak terbaca.

***
"Katakan pada Koo, Paman akan pulang terlambat malam ini, ya, Taehyung? Koo bisa bermain dulu di rumah-mu jika dia mau."

Taehyung mengerutkan keningnya begitu mendengar perkataan sang paman di seberang sana. Total bingung, dengan apa yang dimaksud oleh pamannya.

"Aku tidak mengerti apa yang Paman bicarakan. Jungkook? Dia tidak ada di sini, Paman."

"Loh, katanya Kak Sena menyuruh Koo mampir. Karena itu, Paman tidak menjemputnya. Dia bilang sekalian ikut denganmu saja."

"Mama memang menyuruh Jungkook ke rumah, tapi dia menolaknya, Paman. Ngomong-ngomong, aku juga pulang sendiri. Aku meninggalkan Jungkook karena dia bilang Paman yang akan menjemputnya."

"Jika kalian sedang mengerjai Paman, sungguh ini sama sekali tidak lucu, Taehyung. Paman masih di kantor, Paman juga tidak menyuruh sopir untuk menjemput Jungkook karena berpikir kalian akan pulang bersama."

Taehyung memang suka sekali mengerjai sang paman. Anak itu bahkan pernah membuat Yoongi kelabakan lantaran mengatakan Jungkook diculik saat hari ulang tahunnya, hingga berakhir dirinya yang mendapat hukuman dengan tidak mendapat uang jajan.

Namun, sungguh, dia tidak sedang bercanda sekarang. Jungkook tidak berada di rumahnya, anak itu juga tidak pulang dengannya seperti yang sang paman tuduhkan.

"Paman ... Jungkook. Dia belum tahu apa-apa tentang Ayahnya, kan?"

"Maksudmu?"

"Hari ini sikap Jungkook aneh sekali. Dia bertanya padaku, seolah dia mengerti jika aku sudah tahu kalau Paman .... "

Jeda sebentar, sebelum Taehyung kembali melanjutkan ucapannya dan sontak membuat Yoongi terpaku di seberang sana.

"Paman, yang bertanggung jawab atas kematian Ayah kandungnya."

***
Sementara ayah serta sepupunya tengah bingung mencarinya. Jungkook—remaja yang menjadi penyebab kebingungan mereka—kini tengah berdiri di sebuah rumah besar milik Min Yoorim. Ibu dari Min Yoongi, sang ayah.

Jujur saja, awalnya dia ragu untuk menginjakkan kakinya di sana. Jungkook sepenuhnya sadar, bahwa kehadirannya tidak begitu disukai oleh wanita itu. Akan tetapi, jawaban dari pertanyaan yang sangat mengganggunya mungkin bisa dia dapatkan di sini.

Jungkook tidak ingin terus menduga-duga. Dia tidak ingin, sesuatu yang mengganjal di hatinya membuat jarak antara dirinya dan sang ayah.

Maafkan Koo, Ayah.

Jungkook sadar dia salah. Untuk pertamakalinya, dia berbohong pada sang ayah dan bahkan mendatangi rumah sang nenek tanpa mendapat ijin darinya.

Akan tetapi, Jungkook juga tidak punya pilihan lain lagi. Mau tak mau dia memang harus melakukannya.

Semua kesalahpahaman yang sang ibu ciptakan antara dirinya dan sang ayah, yang tanpa sadar telah membuat Jungkook mencurigai ayahnya sendiri. Semua itu harus dia selesaikan hari ini.

"Saya tidak merasa menyuruhmu untuk datang ke sini, Jungkook."

Min Yoorim—wanita paruh baya yang masih terlihat menarik diusianya yang sudah menginjak angka lima puluh sembilan tahun. Menatap kurang suka pada sang cucu, usai terkejut dan pada akhirnya membiarkan anak itu masuk ke dalam rumahnya.

"Maaf, Nek. Jungkook tidak bermaksud lancang, tapi ada hal penting yang ingin Jungkook tanyakan pada Nenek. Karena itu, Jungkook datang ke sini tanpa mengabari Nenek lebih dulu."

Sepenting apa hingga membuatnya berani datang tanpa di undang? Selama ini, Jungkook tidak pernah mengunjungi rumahnya tanpa Yoongi. Anak itu sepertinya sadar, jika sampai sekarang dia belum bisa menerimanya sebagai cucu layaknya Taehyung—sang sepupu.

Jika hari ini Jungkook berani datang. Itu pun tanpa Yoongi atau perintah darinya, sudah pasti ada hal penting yang ingin dia ketahui.

"Jungkook tahu Nenek tidak pernah menyukai Jungkook. Dan apa yang akan Jungkook tanyakan, mungkin bisa membuat Nenek mendapatkan sesuatu yang selama ini Nenek inginkan. Jadi tolong, jawab dengan jujur pertanyaan Jungkook, Nek."

Yoorim menghela napas jengah mendengar ucapan Jungkook. Dia sungguh akan menyuruhnya pergi, jika saja anak itu tidak kembali bersuara. Lantas mengatakan hal, yang sama sekali tidak pernah dirinya duga.

"Dua belas tahun lalu, saat Ayah Wonwoo meninggal setelah menjadi korban tabrak lari. Apa benar, Ayah ... A-ayah Yoongi, pelaku di balik kecelakaan itu?"

Demi Tuhan, Jungkook merasa begitu berdosa saat mengucapkan hal sekeji itu tentang ayahnya.

Jungkook percaya jika sang ayah tidaklah bersalah. Sebab itu, dia berani untuk bertanya pada sang nenek. Hanya neneknya satu-satunya orang yang Jungkook yakini akan berkata jujur padanya.

Sebagai seorang ibu, neneknya tentu tidak akan membuka aib putranya sendiri. Namun, jika apa yang ibunya katakan memang benar, beliau mungkin tidak akan melewatkan kesempatan ini untuk menjauhkannya dari sang ayah.

Dan sungguh, Jungkook benar-benar tidak pernah berharap jika sang nenek akan mengatakan hal ini padanya. Jungkook berpikir neneknya akan menyangkal, mengatainya tidak tahu diri karena berani menuduh putranya yang telah merawatnya selama ini.

Namun, tidak. Alih-alih menyangkal, sang nenek justru membenarkan semua ucapannya, dan membuat dunia Jungkook seakan runtuh saat itu juga.

"Ya, Yoongi pelakunya."

"Dia kabur, setelah menabrak Ayahmu dan menghilangkan nyawanya."




Tbc.







_________

Nah, loh. Koo udah tau yang sebenernya sekarang.

Kira-kira, apa yang akan terjadi setelah ini?

_______________

Mistake✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang