"Kalian di jakarta sejak kapan?" Tanya ku ke mereka
"Kemarin mas sendi ada pekerjaan di sini, fris. Jadi aku ikut menemaninya, rencananya jam lima ini kami bakal balik lagi ke yogya" jawab syatira
Ya habibi mustofa..
"Frisya ijin angkat telpon sebentar"
Aku melangkah sedikit menjauh dari mereka..
"Hallo assalamu'alaikum, ada apa?"
"..."
"Duh gw lagi di kafe deket kampus gw nih. Ngga bawa perlengkapan, gimana dong? Ngga keburu jugakan kalo balik dulu"
"..."
"Ooh oke. Gw tunggu ya, makasih di"
"..."
"Wa'alaikumsalam"
Tut tut..
Baru juga aku mau santai santai tapi ternyata aku lupa kalo masih ada meeting untuk membahas pembukaan cabang resto.
"Kenapa fris?" Tanya syatira
"Ngga papa, frisya lupa kalo ternyata masih ada meeting buat pembukaan cabang baru" jawab ku
"Buka cabang lagi?"
Aku mengangguk. "Iya alhamdulillah, walau cuman cabang kecil doang. Ah ya, frisya minta maaf ya, takut nanti ngga bisa nganter kalian ke bandara"
"Ngga papa. Jangan terlalu di forsir, sya" ucap mas sendi yang ku balas anggukan
Jujur aku masih kurang nyaman sebenernya dengan sikap mas sendi yang seperti itu ke aku, karena aku takut ada kesalah pahaman lagi antara aku dan syatira.
~ALSEN~
"Ka, ini serius gapapa saya ikut kumpul sama temen temen kakak?" Tanya ku pada ka arsen
Ia mengangguk, "ngga papa lin, tapi kalo kamu ngga nyaman kita bisa balik kok"
"Eh ngga gitu maksudnya, saya cuman takut ganggu aja sih soalnya saya kan orang baru gitu. Malah takut merekanya yang ngga nyaman" ucap ku terkekeh kecil
"Ngga kok, yang ada mereka malah seneng ada anggota baru, yuk"
Ka arsen meminta ku untuk menemaninya ketemu dengan teman temannya, katanya males dengan ocehan mereka yang selalu nanya 'pasangannya mana sen?' haha itu juga yang sering aku alami sih sebenernya. Jadi sesama single aku ingin berprikesinglean lah.
"Nah nih dia si bos dateng. Bawa gandengan nih, kenalin dong" ucap salah satu temen ka arsen
"Jangan buat dia ngga nyaman ka. Btw kenalin ini alina, dan alina kenalin ini temen temen saya. Yang ngomong barusan itu raka, sebelah kanannya reza, sebelah kirinya bara, dan yang itu azka" ucap ka arsen
Aku hanya tersenyum menanggapi ucapannya.
"Santai aja lin, eh ngga papakan gw panggil lin?" Ucap temen ka arsen yang ku ketahui namanya reza
Aku mengangguk, "ngga papa ka"
"Oo, umurnya di bawah arsen ya? Tapi gapapa panggil nama aja kali ke kita kita mah, kecuali ke arsen itu urusan kalian berdua" ucapnya terkekeh
"Jangan tanggepin lin tapi ucapan awalnya gapapa tanggepin aja. Di sana ada para cewe kamu kesana aja" ucap ka arsen
Aku mengangguk, "ya udah, alina kesana dulu ya ka"

KAMU SEDANG MEMBACA
ALSEN
Teen FictionAlina frisya aprilia seorang wanita yang mencintai gusnya sendiri, Sendi namanya. hingga tiba waktunya dia untuk kembali ke daerah asalnya dia mengetahui sebuah fakta yang dimana sahabatnya itu juga mencintai gus sendi. Berbarengan dengan di diketah...