28

223 27 14
                                        

Sudah 6 bulan berjalan sejak Ara kembali tinggal bersama ayah dan kakak laki-lakinya, keseharian gadis mungil itu hanya bermain dengan nugget dari pagi sampai siang, belajar masak bersama neneknya, dan juga mengganggu latihan kakak laki-lakinya. Seperti yang saat ini gadis itu lakukan.

"Ara, bisa tunggu kakak selesai? Sebentar lagi kok, nggak lama-lama," pinta Taeyong yang lelah karena adiknya itu selalu menghidup-matikan musik untuk latihan dance-nya.

Mendengar teguran dari kakak laki-lakinya itu, Ara memajukan bibir bawahnya sedih, matanya hampir berkaca-kaca, namun berhasil ditahan karena tidak ingin membuat sang kakak tidak enak hati. 

"Okay! Kalo gitu Ara main sama nugget aja, deh!" Tanpa menengok pada Taeyong lagi, Ara langsung menggerakkan kursi rodanya keluar dari ruang latihan khusus yang dibuatkan Jaejoong untuk Taeyong. 

GUK! 

Ara tersentak kaget ketika nugget tiba-tiba menggonggong dan berlari ke arahnya tanpa aba-aba. "Aduh! Pelan-pelan dong nugget, Ara 'kan jadi kaget!" dumelnya sembari mengusap kepala anjing besar itu penuh sayang. 

"Nenek mana, nugget?" Ara bertanya seolah anjing kesayangannya itu bisa menjawabnya dengan bahasa manusia. 

GUK! 

Anjing berwarna cokelat keemasan itu menggonggong dengan kepala menoleh pada salah satu kamar di apartemen itu, kamar nenek, seolah ingin memberi tahu pada Ara bahwa wanita paruh baya itu tengah tertidur di kamarnya. 

"Nenek tidur, ya? Huh, Ara bosan, tidak ada teman. Kakak dan teman-teman Ara lagi sibuk, jadi tidak bisa diganggu," keluh Ara sambil merebahkan kepalanya di atas kepala nugget. 

Namun, sepersekian detik setelahnya, Ara kembali mengangkat kepalanya dengan gerakan cepat dan duduk tegak di atas kursi rodanya. "Gimana kalo kita jalan-jalan sendiri? Nugget mau?"

Lagi, seolah mengerti pertanyaan pemiliknya, Nugget menggosokkan kepalanya ke paha Ara dengan manja, dan Ara mengartikan itu sebagai sebuah persetujuan. "Nugget mau? Okay, let's go!"

Tanpa memberi tahu orang rumah, ataupun ayahnya yang sedang bekerja, Ara keluar dari apartemen itu bersama nugget, turun dari apartemen itu menggunakan lift dan menggerakkan kursi rodanya ke arah taman yang tidak terlalu ramai sore itu. 

"Wah, ternyata di sini bagus! Tau begitu, dari kemarin Ara ke sini," gumam Ara dengan mata berbinar. Kursi rodanya berhenti di sebelah bangku taman yang menghadap pada beberapa alat yang bisa dijadikan alat olahraga ringan dan beberapa permainan yang dimainkan oleh anak-anak penghuni apartemen. 

Tak hanya diam di satu tempat, Ara juga menggerakkan kursi rodanya menyusuri komplek apartemen mewah itu dengan raut kagum yang tak kunjung hilang dari wajahnya. Gadis itu bahkan melihat-lihat tampak depan gedung-gedung apartemen lain yang sebenarnya telihat sama saja dengan gedung tempatnya tinggal. 

"Seru, ya, bisa jalan-jalan di luar, nggak cuma di dalem rumah dan goleran di kasur. Iya, kan, Nugget?" 

GUK!

Kesenangan Ara karena akhirnya bisa keluar dari apartemen membuatnya lupa diri, ia terus mengelilingi komplek apartemen besar itu berkali-kali, tanpa mengetahui bahwa anggota keluarga dan juga teman-temannya panik mencarinya yang hilang tanpa kabar. 

"Ara?" Panggilan dengan suara lembut itu membuatnya menoleh ke arah sumber suara. 

Merasa tidak mengenal si pemanggil, Ara memiringkan kepalanya bingung. "Kakak siapa, ya? Kok bisa tau nama Ara?" 

Laki-laki itu tersenyum tipis, senyum yang seakan mengandung kerinduan, ketakutan, dan rasa bersalah. 

Tanpa menghiraukan Ara yang masih kebingungan, laki-laki itu maju dan memeluk Ara dengan erat, sangat erat sampai rasanya Ara kesulitan bernapas karena pelukan itu. 

"Maafin gue, Ra." 






halo temen-temen. 

masih adakah yang nungguin cerita ini? kayaknya kalaupun nggak ada, aku ga akan protes karena itu kesalahanku sendiri menghilang tanpa kabar bertahun-tahun 😭🙏

maafin kalo feelsnya berasa jomplang dari chapter-chapter sebelumnya, karena sejujurnya aku agak lupa sama ending yang aku rencanakan untuk cerita ini.. 

cerita ini akan end beberapa chapter lagi guyss, jadi see you di next chapterr 

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 13, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

DISSIMILARTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang