So Many Things Happened (pt. 2)

1.5K 95 17
                                        

Violet (pov)

Choi Corporation? Jangan-jangan.. Perusahaan milik ayah Mr. Choi?!

Flashback On

"Mas." "Aku.. Masih nggak tau apa-apa tentang mas. Gimana kalo kita saling mengenal?"

"Boleh. Kamu dulu aja."

"Mas, kok kaya banget? Untuk seorang professor dan penulis maksudnya, hehe."

"Hmm.. Emang professor di kampus atau penulis, nggak bisa kaya?"

"Kan aku bilangnya banget! Udah jawab ajaa.."

"Orang tuaku kaya. Aku juga seorang anak tunggal." "Sekarang gantian aku yang tanya, mantan kamu berapa?"

"Hahaha! Ya ampun.. Kenapa mas malah nanya itu sii.. Aku nggak punya mantan kok." Jawabku menertawakannya. "Uh- orang tua mas kerjanya apa?"

"Pengusaha." Balasnya singkat."Kamu kalo udah lulus mau kuliah jurusan apa?"

"Sastra inggris." "Hmm.. Orang tua mas sekarang tinggal dimana?"

Mr. Choi terdiam sejenak. "Ibuku.. Sudah mati. Ayahku? Masih ada."

Kenapa jawabannya seperti itu? Apa hubungan mereka tidak dekat?

"M- maaf ya mas.."

"Bukan salahmu. Aku tidak terlalu dekat dengan ibuku." Balas Mr. Choi menjawab pertanyaanku dalam hati. " Sedangkan, ayahku.. Dia adalah pria yang kejam."

"Oh."

Aku jadi mengingat saat pertama kali Mr. Choi menginap di rumahku. Pria itu sempat mengigau dalam tidurnya, suaranya- bukankah terdengar seperti sedang merintih kesakitan? Apa semua itu berkaitan dengan ayahnya?

Flashback Off

...

Tapi, bagaimana bisa? Apakah Mr. Choi meminta bantuan ayahnya? Bukankah hubungan mereka tidak dekat?

Ya tuhan.. Jangan bilang- Mr. Choi melakukan itu semua untukku?

Konsekuensi apa yang akan di tanggung Mr. Choi jika ayah-nya yang kejam itu sampai turun tangan?

Seketika, rasa bersalah mulai timbul dari dalam diriku. Aku harus menemuinya, aku ingin tau-

Tidak. Aku harus tau apa yang sebenarnya terjadi. Aku harus tau bahwa semuanya akan baik-baik saja. Bahwa pria itu juga akan baik-baik saja.

...

Pukul 4.00 PM

Aku melihat Mr. Choi sedang berjalan menuju mobilnya yang terparkir di halaman parkir sekolah. Pria itu tengah meletakkan tas-nya pada kursi penumpang, mungkin untuk bersiap pulang ke rumahnya.

"Mr. Choi?"

Pria itu menghentikan aktivitasnya, Mr. Choi terlihat terkejut saat melihat bahwa aku yang memanggilnya. Namun dengan cepat, pria itu mengubah tatapannya menjadi datar dan dingin.

"Apa mister baik-baik saja?"

Pria itu hanya terdiam.

"Ayah Karen Dahmer.. Apakah mister yang melakukan itu?" Tanyaku dengan nada yang berhati-hati.

"Bukan urusanmu."

"Tentu saja itu urusanku-"

"Aku bukan siapa-siapamu lagi, Miss Violet. Anggap saja itu adalah hadiah perpisahan dariku. Mulai sekarang, Karen dan teman-temannya tidak akan mengganggumu lagi. Itu keinginanmu bukan-"

CRAZY LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang