-04-

746 72 20
                                        

☆☆☆

Hari menjelang malam, Nata memutuskan untuk pulang lebih dulu ke rumah. Sebelumnya, dia mengirimkan pesan pada Alin untuk menginformasikan keberadaannya, siapa tau ada yang bertanya.

Nata berjalan ke tempat parkir yang tidak jauh dari area taman. Saat hendak memakai helm, Nata menatap helm hitam yang digunakan Resya tadi. Helm yang selama ini tidak pernah dipinjamkan pada siapapun, bahkan pada teman-teman kuliahnya. Resya, orang pertama yang menggunakan helm itu. Nata memang sengaja menyediakan helm untuk keluarganya. Berharap, salah satu dari anggota keluarganya bisa menghabiskan waktu bersama, meskipun hanya sebatas naik motor menikmati suasana kota Jakarta.

Nata memasukkan kembali helm hitam di bagasi motor dan menggunakan helm putih yang biasa dia gunakan. Mengendarai motor scoopi-nya, keluar dari gerbang rumah sakit. Saat dalam perjalanan, Nata merasa lapar dan memutuskan untuk singgah di salah satu kafe yang tidak jauh dari lampu merah, tempat Resya berhenti saat ini. Setelah lampu berganti hijau, nata membelokkan motornya memasuki kafe.

Nata menghampiri meja kasir untuk melakukan pemesanan.

"Mba, saya pesan burger king 1 sama cokelat panas. Ada gratis kentang, kan?"

"Iya, silahkan ditunggu pesanannya."

Nata mengambil tempat duduk dekat jendela, sehingga bisa lebih jelas melihat suasana malam kota Jakarta. Tempat yang tidak jauh dari kasir serta panggung, Nata menikmati waktunya sendiri. Diiringi lagu dari band yang sedang manggung untuk menghibur para pengunjung. Menambah kesan santai yang dibutuhkan Nata.

"Selamat menikmati," ucap pelayan sambil meletakkan burger dan kentang yang disatukan dalam satu kotak, juga cokelat panas pesanan Nata dan satu gelas kola sedang.

"Saya nggak pesan kola, Mba," protes Nata.

"Ini gratis, Mas. Khusus untuk hari ini, kami menggratiskan kola dan kentang untuk pelanggan yang membeli burger king."

"Oh, begitu. Baik, terima kasih, Mba."

Nata sebenarnya tidak begitu menyukai kola. Selain karena sensasi gas yang terasa saat awal meminumnya, rasa begah setelah meminum kola sering membuat Nata mual. Namun, dia tidak mau menyia-nyiakan minuman gratis, sehingga Nata membiarkan kola tetap berada di mejanya. Urusan akan diminum atau tidak, biar dipikirkan nanti setelah perutnya sudah terisi.

Saat sedang asyik menikmati burgernya, Nata tidak sengaja melihat seorang pria bertubuh tinggi berkulit putih, masuk ke dalam kafe dengan menggandeng seorang wanita. Keduanya tampak mesra, mengisyaratkan bahwa mereka sedang menjalin hubungan spesial.

Nata sangat mengenali pria itu. Pria yang sering datang ke rumah untuk menjemput Alin. Jefry, pacar Alin yang sudah hampir empat tahun menjalin hubungan dengannya. Mereka berpacaran sejak Alin masih SMA hingga sekarang sama-sama kuliah di kedokteran.

Nata kebingungan menghadapi situasi ini. Di sisi lain, dia tidak ingin mencampuri urusan Alin. Namun, dia juga tidak mungkin membiarkan kakaknya disakiti pria brengsek seperti Jefri. Pria yang begitu manis saat mengambil hati kedua orang tuanya, ternyata diam-diam menusuk Alin dari belakang.

"Sayang, kamu mau apa?" tanya wanita yang bersama Jefry.

Percakapan mereka terdengar jelas saat sedang berdiri di meja kasir. Nata sedikit mencondongkan badannya agar tidak ketahuan Jefry.

"Samain aja sama kamu."

"Oke. Mba kita pesan 2 burger king aja. Gratis kola kan?"

"Iya. Silahkan ditunggu pesanannya."

Bukan YANG TERSAYANG || Winwin (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang