#16

3.1K 225 4
                                        

Stepsister
By : Yoora Kin






Hari libur yang tenang di kediaman Lee. Ayah dan Jeno sedang bersepeda keliling komplek sedangkan Bunda dan Karina melakukan yoga di pinggir kolam renang. Berolahraga bersama keluarga memang menyenangkan.

Seusai yoga. Iren beralih melakukan tugasnya di dapur sedangkan Karina bermain dengan Bongshik di pinggir kolam renang. Berharap saja kali ini Bongshik tidak dijahili dan berakhir basah kuyup di kolam renang.

Tak lama para pria sudah kembali. Jeno mengambil minuman di dapur dan menemui Karina di kolam renang. Dengan jahilnya mendorong Karina dengan kakinya berhasil membuat gadis itu jatuh ke kolam dan sungguh bernasip sial, Bongshik yang ada di gendongannya ikut masuk ke air.

"BUNDA !", aduh Karina.

"Lee Jeno !", suara Iren menegur dari dapur.

"Jeno nggak sengaja Bund !", bohongnya.

"Awas lo !"

Jeno ikut melompat ke kolam membuat air memancar kemana-mana dan semakin membuat Karina kesal. Bongshik si kucing sudah berhasil berenang keluar dari kolam.

Karina berniat keluar dari air tapi Jeno dengan jahil menarik kakinya lalu menahan tubuhnya agar tetap berada di air. Otomatis tubuh keduanya menempel di dalam air. Terlalu dekat !

"Lepas !"

Jeno tidak menghiraukannya malah semakin mendekap tubuh Karina dari belakang. Meletakan dagunya di bahu gadis itu hingga hembusan nafasnya terasa menyapu lembut leher Karina. Sukses membuat Karina blushing.

"Kenapa ? kita sudah pernah ngelakuin lebih dari ini kan ?", Jeno sengaja ingin menggodanya bahkan dengan sengaja mengecup leher Karina.

"Ada Ayah-Bunda !", peringat Karina tapi tidak dihiraukan lagi.

"Kalo nggak ada Ayah-Bunda boleh gitu ? kayak waktu itu ?"

Karina mendelik kesal. Menoleh menatap tajam Jeno yang otomatis wajah keduanya sangat dekat.

"Mesum banget sih lo ! kalo nggak lepas beneran gue teriak nih !"

"Coba aja teriak ! lo tahu kan apa yang biasa gue lakuin buat nutup mulut lo ?", ancam Jeno setengah mengejek.

"Bngst lo !", maki Karina dan berakibat satu kecupan singkat dari Lee Jeno membuat matanya membulat sempurnah karena terkejut. "Lee Jeno ! lo gila yah ?", omel Karina.

"Baru tahu ?",Jeno kembali mendekat dan hendak mengecup sekali lagi. Karina langsung menutupi bibirnya dengan kedua tangannya sambil menggeleng. Jeno sukses dibuat tertawa karena berhasil menjahili Karina.

"KARINA ! JENO ! AYO MAKAN !"

Karina berterima kasih pada Bundanya yang menyelamatkannya dari iblis mesum berkedok saudara tiri. Sungguh Karina sangat kewalahan jika Jeno sedang dalam mode mesum. Kalau ada yang mau dia dengan senang hati give away manusia satu itu. Eh, jangan deh ! ijin Ayah-Bunda dulu.

.
.
.
.
.
.
.

Karina dan Jeno sedang asik berdua di ruang tengah dengan HP masing-masing. Katakanlah Lee Jeno sukses meracuni Karina dengan game. Keduanya sedang sibuk memainkan game online bersama sesekali berteriak seperti orang gila tapi sengaja sedikit mengecilkan volume saat memaki takut terdengar oleh Tuan dan Nyonya rumah.

Sedang asik-asiknya bermain game tiba-tiba saja Karina melempar HP nya sembarang. Untung saja jatuh di bagian sofa yang lain kalau tidak mungkin sudah tidak berbentuk lagi.

Jeno yang penasaran langsung mengambil dan mengecek HP Karina.

"Ck, nih orang masih gangguin lo ?", tanya Jeno.

Karina hanya mengangguk dan beralih menganti channel TV. Mungkin mencari acara yang menarik.

"Kenapa nggak lo block ?"

"Percuma. Dia bisa pake nomor lain"

Jeno dapat melihat ekspresi kusut Karina membuat moodnya ikut turun dan mengabaikan game nya. Ketika HP Karina kembali bergetar karena panggilan masuk dari Mark, Jeno langsung mengangkatnya membuat Karina heran.

"Lo nggak capek ? Karina aja capek lo gangguin"

"Jeno ? Kenapa lo yang jawab ? Lo nggak usah ikut campur ! kadi HP nya ke Karina !"

"Dia nggak mau ngomong sama lo !", Jeno langsung memutuskan panggilan itu dan membawa HP Karina ke kamar. Tentu Karina mengejarnya menagih HP.

"Ini !", Jeno memberinya HP yang bukan miliknya. "HP lama gue. Lo pake yang ini dulu. HP lo gue yang pegang sampai Mark nggak ganggu lo lagi", jelas Jeno.

"Tapi, kalo temen-temen gue ngechat ? info di grup kelas ? gimana ?"

"Ntar kalo ada yang penting gue forward kesitu. Lo kasi tahu temen-temen dekat lo yang nggak mungkin ngasi tahu kontak lo ke Mark buat ngechat lo kesitu. Beres kan ?"

"Oke... tapi awas aja lo make akun gue buat yang aneh-aneh. Apalagi buat nonton bokep gue laporin Bunda, serius !", peringat Karina.

"Ck, nggak akan ! udah sana balik kamar ! atau mau tidur bareng gue ?", ucap Jeno sengaja mengoda Karina.

"Dih nggak mau ! Ntar lo modus lagi"

"Yah udah sana balik !", usir Jeno lagi membuat Karina berdecak kesal sebelum akhirnya menuju kamarnya.

Karina tidak tahu sebuah senyum mencurigakan langsung mengembang di wajah Jeno menatap benda pipih dengan case pink itu.

.
.
.
.
.
.
.
.tbc

Stepsister | JENOXKARINA (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang