#17

3.1K 227 7
                                        

Stepsister
By : Yoora Kin




Karina. Gadis itu berhasil mengacaukannya lagi. Mark Lee. Dia masih tidak terima dengan keputusan sepihak kekasihnya atau mungkin kini manta kekasihnya. Tidak ada niat menyerah. Dia meneguk satu gelas lagi minumannya dan kembali menghubungi Karina.

Keningnya mengerjit mendengar nada dering tidak asing di dekatnya. Mencari sebentar dan perhatiannya tertuju pada jaket yang tersampir di kursi di samping Haechan.

"Ini punya siapa ?"

"Aa... jaket Jeno. Kemana tuh anak ?",-Haechan.

"Ke toilet tadi. Kenapa ?",-Jaemin.

Mark menggeleda jaket milik Jeno. Rahangnya mengeras menahan amarah. Dia menemukannya, HP milik Karina yang masih terus berdering karena panggilan miliknya.

"Lo apa-apaan ?"

Jeno yang baru kembali langsung merebut HP milik Karina dari tangan Mark. Tentunya sepupunya itu tak terima dan merasa dikhianati. Dikuasai emosi dia menarik kerah Jeno. Teman-teman mereka segera mencoba memisahkan mereka.

"Maksud lo apa, huh ? lo yang bilang sendiri. You're her brother right ?", bentak Mark semakin mencengkram kerah baju Jeno.

"Apa yang salah kalau Karina mintol gue nyimpan HP nya ? Itu artinya dia serius nggak mau diganggu and she's trust me !", jawab Jeno dengan nada yang ikut naik.

"Tapi lo udah kelewatan ikut campur !"

"Gue nggak tahu batasan mana yang lo buat yang nggak bisa gue langgar. Tapi Karina yang ijinin gue ikut campur. Seharusnya lo yang sadar !", Jeno menghempas kasar cengkraman Mark hingga terlepas dari bajunya. "Sadar, lo sudah dibuang ! let her go, dude ! Lo masih punya banyak wanita kan ? nggak usah sok tersakiti"

Kalimat tajam Jeno menusuk langsung tepat sasaran membuat Mark terdiam di tempat dan tidak bisa membalas. Setiap perkataan Lee Jeno adalah fakta.

"I know ! but I can't-"

Bugh...

Jeno tidak tahan lagi dengan sikap keras kepala Mark dan akhirnya menghadiahinya satu pukulan yang disusul pukulan lainnya.

.
.
.
.
.
.
.
.

Karina tertawa sendiri sambil menggeleda isi HP lama milik Jeno. Banyak foto-foto jadul milik Jeno yang menurutnya sangat menghibur. Salah sendiri si sipit itu tidak menyingkirkan dahulu isinya sebelum memberikannya.

Tawa nya menghilang dan menatap satu foto lagi. Itu foto Jeno dan...

"Apa dia Park Siyeon ? cantik, pantes Jeno susah move on", gumamnya.

Setelah foto itu, diikuti foto lainnya Jeno dan mantan kekasihnya. Seketika Karina kehilangan mood dan mematikan HP itu begitu saja. Dia berbaring terlentang menatap langit-langit kamarnya hingga dia terkejut dengan suara ketukan dari balkon.

Ragu-ragu dia mendekati balkon untuk mengecek. Siapa yang tidak takut jika tiba-tiba ada suara ketukan dari balkon di malam hari.

"Ini gue !"

Karina terkejut mengenali suara itu. Dengan sigap Karina langsung membuka pintu balkon dan benar ia langsung mendapati Jeno.

"Lo manjat ?", tanya Karina terkejut. "Astaga muka lo kenapa ?", sekali lagi terkejut saat Jeno masuk ke kamarnya dan wajah itu terlihat jelas dengan beberapa bagian luka dan lebam.

"Tanya mantan pacar lo", jawab Jeno dengan nada kesalnya dan langsung berbaring di kasur Karina.

Karina bergegas turun ke bawah untuk mencari kotak P3K dan es untuk mengompres walau saat melewati ruang tengah dia mengendap-endap seperti pencuri. Alasan Jeno memanjat ke balkon di lantai dua yah karena ada Ayah-Bunda yang sedang asik berdua menonton tv.

Setelah kembali, Karina segera mengobatinya. Jeno duduk bersandar di kasur membiarkan Karina melakukan tugasnya.

"Gue ketahuan megang HP lo", ucap Jeno sebelum Karina bertanya.

"Mark gimana ?"

"Ck, lo masih khawatirin dia, huh ? Akh-"

Karina sengaja menekan kuat supaya si sipit kesakitan.

"Maksud gue, lo nggak jadi orang bego yang satu-satunya dihajar kan ? lo ngebalas nggak ?", tanya Karina membuat Jeno tak bisa menahan kekehannya.

"Emang gue kelihatan gampang dihajar, hmm ?", jawab Jeno mengacak pelan rambut Karina.

"Orang gue yang mukul duluan hehehe !", batin Jeno.

"Bagus deh ! semoga dia nyerah setelah ini", ucap Karina kemudian.

"Cie yg udah move on", goda Jeno sambil mengunyel gemas pipi Karina.

"Yah iyalah ! emang kayak lo ? gagal move on terus", ledek Karina.

Tatapan Jeno tiba-tiba berubah menjadi serius membuat Karina salah tingkah dengan perubahan suasana yang tiba-tiba.

"Siapa bilang gue belum move on ?"

"Lo tersinggung ? sorry ! gue bercanda kok lo kan yang duluan ngeledek gue", ucap Karina menghindari kontak mata dengan Jeno.

"Tapi gue serius...", batin Jeno.

.
.
.
.
.
.
.
.tbc

Sorry kemarin lupa update karena sibuk hehehe 🙏💚🙏💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚

Stepsister | JENOXKARINA (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang