Bonchap 1

3.9K 206 4
                                        

Stepsister
By : Yoora Kin




Sepasang kekasih. Jeno dan Karina. Mereka berdua duduk bersebelahan di sofa ruang keluarga mengawasi bayi berusia 9 bulan yang asik bermain sendiri, merangkak kesana-kemari.

"Eit, area terlarang ! Don't cross the line, boy !", ucap Jeno menghalangi sang adik dengan kakinya. Bayi itu merangkak keluar dari karpet bulu kesayangan Bunda Iren.

Dan...

"Hiks..."

"No, no ! jangan nangis !"

Dan pecah sudah tangis si bungsu Lee. Karina berdecak kesal dan menendang Jeno.

"Nangis kan ? lo sih ! muka lo sangar. Auranya kayak penculik", omel Karina.

"Emang nih bocil aja yang cengeng. Anak siapa sih ? cowok kok cengeng !", keluh Jeno yang kini menggendong adiknya itu.

Yah... hari ini mereka ditugaskan mengasuh si bungsu Lee karena orangtua mereka sedang ada acara penting yang tidak boleh dilewatkan.

"Hahh... susah nih kalo udah nangis. Sini ! mending lo bikin susu nya gih !", ucap Karina mengambil alih bayi itu dari Jeno.

Jeno menurut dan langsung menuju dapur. Tapi berbalik lagi ke hadapan Karina.

"Gue nggak tahu ngukurnya. Berapa sendok susu nya ?"

Karina ikut berpikir sebentar sambil menatap Jeno.

"Pake feeling aja !", jawabnya polos.

"Feeling, feeling ! ntar dia kenapa-kenapa fix dikubur hidup-hidup sama Bunda"

"Tanya Bunda !", usul Karina.

"Nggak mau ! Ntar kena semprot. Tadi pagi udah diajarin Bunda tapi gue lupa karena masih ngantuk", tolak Jeno.

"Yah gue juga nggak tahu ! googling aja gih !"

"Oke !"

Semoga si bungsu Lee akan baik-baik saja sampai orangtua mereka kembali.

Setelah kerusuhan menenangkan tangis sang adik, suasana kembali tenang. Jeno yang sibuk dengan game nya. Karina yang asik menonton drama sambil memegangi botol susu untuk adiknya.

"Oppa ? kok gue nyium sesuatu yah ? lo kentut ?", tanya Karina menendang kecil kaki Jeno.

"Bukan gue !", jawab Jeno agak kesal dituduh.

"Wait..."

Keduanya berpandangan sebentar lalu bersamaan menoleh ke bayi sudah selesai meminum susunya.

"Hehe !", tawa singkat si bungsu seakan mengejek kedua Kakaknya.

"Ahhh... lo yang ganti popoknya !", ucap Jeno menyuruh Karina.

"Nggak ! nggak mau ! lo kan Kakaknya !", tolak Karina.

"Heh lo juga ! gue bilangin Bunda yah !"

"Lo kan yang diajarin Bunda tadi pagi !"

"Kan gue bilang gue masih ngantuk pas diajarin", ucap Jeno memelas.

"Yah udah googling !"

"Gue googling, lo yang praktekin !"

"Nggak ah ! gue nggak mau. Lo aja ! Belajar jadi Ayah yang baik !"

"Tapi itu kan tugas Ibu"

Perdebatan keduanya menjadi tontonan yang menghibur bagi si bungsu yang tampak sangat menikmati pertikaian konyol mereka.

20 menit kemudian...

Akhirnya ada sukarelawan yang mau menggantikan popoknya. Bayi itu akhirnya tampak lega.

"Hah... lo berdua ahhh... bikin panik aja ! Gue kira masalah darurat apa ? ganti popok doang ?", omel Mark menatap bergantian pasangan itu sambil menggendong bayinya.

Sementara itu Mina sedang mengantikan popok sepupu bungsunya. Yah... mereka akhirnya menghubungi Mark dan Mina. Untung rumah mereka memang lumayan dekat. Hanya 10 menit perjalanan dengan mobil.

"Ck, lo ngomong kayak lo juga bisa ganti popok !", protes Karina pada Mark.

"Lah kan itu tugas Ibu nya !", jawab Mark enteng.

"Gue suka gaya lo !", ucap Jeno dan kedua sepupu itu bertos ria.

"Kar, gue mau give away Mark. Lu masih minat nggak ?", tanya Mina dengan nada kesalnya.

"Emang bisa ? gimana caranya ? gue juga mau give away si Jeno", balas Karina.

.
.
.
.
.
.

Bonchap 1 end

Stepsister | JENOXKARINA (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang