Stepsister
By : Yoora Kin
Jeno dengan patuh mengekor Iren di salah satu pusat pembelanjaan. Seharusnya ada Karina juga tapi gadis itu berhasil lolos dengan seribu alasan yang dibuatnya. Akhirnya Jeno menjadi bodyguard, asisten sekaligus supir Bundanya seharian ini.
Si Nyonya Lee sedang berbelanja beberapa kebutuhan perihal rencana liburan keluarga kecil mereka. Yah, Karina dan Jeno akan segera libur kuliah jadi mereka memutuskan untuk liburan keluarga untuk pertama kalinya.
Saat melewati deretan toko pakaian Iren berhenti dan tampak berpikir.
"Kita liburan ke pantai artinya butuh baju renang !", ucap Iren dan berbelok ke salah satu toko baju renang branded.
Jeno yang sejak tadi sibuk dengan HP nya tidak sadar mereka memasuki toko apa hingga dia terkejut sendiri ketika tidak sengaja menabrak manekin yang dipasangi bikini. Wajah putihnya seketika memerah hingga ke telinganya.
"Bund !", rengeknya menahan malu.
"Makanya kalo jalan mata bukan di HP terus. Mana udah sipit gitu lagi !", omel Iren membuat Jeno cemberut.
Iren memilihkan baju renang untuk seisi keluarga.
"Bund, Karina bukan bocil SD masa dibeliin baju renang kayak gitu ? mana mau dia pake ? cocoknya yang itu Bund !", protes Jeno lalu menujuk deretan pajangan bikini membuat Iren melotot.
"Heh ! itu terlalu terbuka. Nggak boleh ! nggak boleh !"
"Bunda jaman sekarang yah yang model begitu biasa aja Bund !"
Jeno bersikeras. Jika saja Iren dapat melihat isi kepala si sipit itu yang tengah berimajinasi Karina mengenakan seretan baju renang kurang bahan itu.
Dengan segala hasutan Iblis Lee Jeno akhirnya Iren termakan hasutannya. Iren tampak serius memilih yang paling layak dipakai Putrinya.
"Bund... ukuran Karina yang ini bukan itu", ucap Jeno spontan saat Iren akhirnya memutuskan model mana yang akan di ambilnya.
"Eh... kok kamu tahu ?", heran Iren.
"Eh- itu Bund... aku... aku pernah nemenin Karina beli", bohongnya gelagapan.
Iren menatap Jeno penuh selidik. "Kok Bunda nggak tahu kalian sedekat itu sampe Karina mau ditemenin beli beginian. Anak itu kan sensitif banget", curiga Iren.
"Yah artinya kita udah deket. Bunda harusnya seneng dong kita akrab sekarang. Bunda seneng kan ?"
"Yah iya !"
"Fyuhhh hampir aja !", batin Jeno.
Iren pun mampir ke toko lainnya membeli banyak outfit keluarga untuk mereka berempat. Sungguh Iren sangat senang akhirnya bisa mewujudkan salah satu wish list nya.
.
.
.
.
.
.
.
Jika Karina sibuk dengan ujian akhir semesternya maka itu tidak berlaku untuk Jeno. Si sulung Lee malah berkumpul bersama teman-temannya di arena balap. Ada Mark juga disana tapi sepertinya pemuda itu tidak berniat mencari masalah lagi dengan Jeno setelah perkelahian mereka waktu itu. Meski keduanya masih belum saling bicara atau berbaikan.
"Jen ada yang nyari lo", seseorang memberitahu Jeno.
"Siapa ? Karina ?", pikirnya dan pergi menemui orang yang mencarinya.
Langkahnya berhenti sebentar menatap orang yang datang mencarinya. Itu Park Siyeon lagi. Si mantan kekasih yang sedang bertegur sapa dengan Mark. Menyadari kehadirannya, gadis itu melempar senyum ke arahnya membuat Jeno ikut tersenyum canggung. Mark yang paham situasi langsung memisahkan diri dari mereka membiarkan mantan pasangan itu dengan urusan keduanya.
"Hai !", sapa Siyeon ketika Jeno akhirnya mendekat duduk berhadapan dengannya.
"Hai ! jadi lo ada apa nyari gue ?", tanya Jeno to the point.
"Gue cuma pengen ketemu aja. Gue mau ngasih tahu lo gue akan menetap disini"
Jeno terdiam sebentar tampak berpikir mencoba mencari maksud Siyeon. "Lo nggak perluh nemuin gue cuma karena hal itu. Kan lo punya kontak gue dan lagipula itu bukan urusan gue lo mau menetap disini", ucap Jeno dingin membuat gadis itu terdiam menatap Jeno.
"Jen... lo nggak pernah respon telepon atau chat gue"
"Siyeon ! sudah nggak ada apa-apa di antara kita. So, please ! jangan lakuin hal sia-sia kayak gini !"
"Gue... gue minta maaf udah nyakitin lo tapi please ! gue cuma mau perbaiki kesalahan gue dulu", ucapnya memelas tapi Jeno tetap dengan ekspresi datarnya.
"Perbaiki ? lo harusnya sadar lo itu siapa sekarang !", ucap Jeno sebelum akhirnya pergi dan mengabaikan panggilan Siyeon.
Kedatangan Siyeon berhasil merusak mood nya. Jeno memutuskan pulang saja. Dia tidak akan mungkin ikut balapan dengan suasana hati yang buruk itu.
Begitu tiba di rumah dia ingin langsung tidur tapi malah berbelok ke kamar Karina. Mendapati gadis itu sedang duduk bersandar di kepala tempat tidur sambil membaca beberapa materi di iPad miliknya. Jeno tanpa permisi langsung naik ke kasur gadis itu dan menyusup dalam pelukannya.
"Apaan sih Jen ?! gue lagi belajar", protes Karina.
"Sebentar aja... gue pengen peluk sebentar...", pintah Jeno memelas.
Karina menggeleng sebebtar namun akhirnya menuruti saudara tirinya itu. Dia malah kini memainkan surai hitam milik Jeno.
"Peluk gue nggak gratis ! stock ice cream sebulan yah !", ucap Karina mengundang kekehan Jeno.
"Iya, iya ! dasar perhitungan !"
Jeno menyamankan dirinya merengkuh pingang ramping Karina dari samping. Sedangkan Karina membiarkannya dalam kembali fokus pada materi ujian.
.
.
.
.
.
.
.tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
Stepsister | JENOXKARINA (END)
FanfictionJeno menerima keputusan Ayahnya menikah lagi. Senang hati menerima kehadiran wanita yang akan mengisi posisi Bundanya yang telah pergi. Tapi ada yang tidak disukainya dari pernikahan itu. Karena Bunda barunya datang sepaket dengan adik baru juga. Si...
