#30 END

4.5K 231 14
                                        

Stepsister
By : Yoora Kin





8 bulan kemudian...

Brakk...

Jeno yang tadinya sedang bersiap di garis start menjatuhkan begitu saja motornya dan berlari meninggalkan arena balap setelah mendapat panggilan dari Karina.

Mengabaikan pertanyaan teman-temannya Jeno langsung mengendarai mobilnya meninggalkan tempat itu.

Mobilnya memasuki parkiran RS. Yah, Karina mengabarinya tentang adik baru mereka akan segera lahir. Jeno langsung disambut wajah cemas Karina sedangkan sang Ayah menemani Bunda mereka di dalam ruang persalinan. Akhirnya ketika suara tangis bayi terdengar baru lah mereka bisa bernafas lega.

Meski awalnya mereka berdua selalu bersikap acuh tak acuh bahkan sering mengatakan tidak senang dengan ide memiliki adik tapi lihatlah siapa yang paling bersemangat melihat bayi mungil itu.

"Jarinya kecil banget !", seru Jeno mengintip adik baru mereka di pelukan sang Ayah.

"Gemes banget !", Karina tidak kalah antusias.

"Mau bikin satu kayak gini nggak ?", goda Jeno pada Karina.

"Tapi gue maunya cewek biar bisa dipakein yang lucu-lucu", ucap Karina menanggapi Jeno. Yah, adik mereka laki-laki.

"Bisa diatur itu mah ?", ucap Jeno sombong.

"Emang bisa ?"

"Yah iya, kalo lahirnya cowok tinggal bikin lagi sampe dapet cewek", jawab Jeno sambil mengangkat-angkat alisnya.

"Ck, kalo gitu tukar posisi lo yang hamil gih ! lo kira gampang ngelahirin anak ?", protes Karina.

"Hushhh... malah nego bikin anak ! ini rumah sakit yah, jangan rusuh deh !", omel Donghae.

Keduanya malah tersenyum sok polos menghindari omelan lainnya. Untung Iren masih lemah untuk mengomel. Dia hanya bisa menggeleng dengan kelakuan mereka berdua.

"Kalian mau gendong ?", tawar Donghae.

"Nggak deh ! ntar kenapa-kenapa digantung Bunda pasti !", tolak Jeno.

Karina juga menggeleng. "Nggak berani ! nggak mau cari masalah. Nanti aja kalo bayi nya udah gede !", ucap Karina menolak.

"Ck, sok nego bikin anak. Gendong bayi aja nggak berani !", cibir Donghae.

"Kan nanti, Yah ! bukan sekarang"

Karina dan Jeno benar-benar tidak mau menggendong adik baru mereka. Takut saja tidak sengaja menyakiti bayi lembut itu.

Tapi siapa bilang mereka berdua bisa lolos. Ketika Iren dan adik kecil mereka diijinkan pulang. Profesi baru mereka dimulai. Karina dan Jeno mendadak direkrut jadi baby sitter bersama Donghae. Mereka bertiga bergantian bangun di sepanjang malam setiap kali terdengar tangisan bayi.

"Gue nyerah !", ucap Karina kesal.

"Mau kemana ?", tanya Jeno melihat Karina mengemasi beberapa bajunya.

"Kabur ! bisa gila beneran gue lama-lama disini. Tangisan tuh bayi udah kayak alarm bencana", jawab Karina.

"Bentar...", Jeno menahan tangannya. "Gue ikut !", lanjutnya dan diangguki Karina.

Mereka berdua menyelinap ke garasi dan meninggalkan rumah itu diam-diam. Mungkin Iren akan mengamuk pada mereka tapi biarlah mereka pikirkan nanti. Pokoknya harus menjernihkan pikiran dari tangisan adik kecil mereka.

"Ini rumah siapa ?", tanya Jeno heran saat mereka tiba di depan sebuah rumah.

"Ah... rumah Bunda sebelum nikah sama Ayah"

Stepsister | JENOXKARINA (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang