~ Rega Baddass ~

424 30 2
                                        

Jangan lupa like dan komen ya guys biar aku semangat bikin ceritanya. Makasih atas dukungan dan niat kalian. Pantengin terus ❤

——————

SMA Warnakerta. Almamater tersebut tertera pada jaket biru yang menghiasi badan ramping Mika. Hari ini ia harus pergi ke sekolah pagi-pagi buta, karena mengikuti pelatihan capos.

Yah padahal niatnya sudah setipis tisu, tapi mau bagaimana lagi? Tradisi paksaan menjadi capos memang sepantasnya dihilangkan.

Sepanjang perjalanan Mika mengernyitkan alis menanggapi niat Ibunya. Baru kali pertama, Tifa rela bangun pagi hingga mengantar Mika menggunakan mobil avansa putih. Tak membutuhkan banyak waktu, Mika sudah sampai di depan gerbang SMA Warnakerta.

Mika lekas mencium punggung tangan ibuknya. "Mika pamit dulu ya Ma."

"Lain kali jangan bolos kegiatan lagii ya nak?" Peringatan Tifa kepada anaknya yang hampir setiap hari menghindari agenda.

"Iya Ma, sesuai mood aja ya. Kalo Mika ga males, Mika pasti bakal tepati janji Mama."

"Walah wess. Kamu mah emang ga niat banget sepertinya ikut organisasi."

"Makanya doain Mika biar segera keluar ya Ma."

"Iyaa nak, Mama pasti dukung kamu keluaar." Tifa mengacak-acak rambut anaknya gemas.

Jika dilihat lebih seksama, raut wajah Tifa begitu lesu. Mungkin karena belakangan ini cuacanya kurang baik sampai banyak orang yang sakit. Walaupun begitu, naluri seorang anak tetap saja merasakan ada hal yang janggal kalau tidak diselidiki lebih lanjut.

"Ma, kemarin udah minum obat?"

"Maksud kamu?"

"Itu, muka Mama kusut banget. Mika khawatir loh."

Seperti sedang memikirkan sesuatu. Tifa enggan merespon tanggapan anaknya. Ia seolah ingin mencari alasan untuk menutupi kecurigaan.

"Yaudah Ma, kalo begitu nanti Mama gausah jemput Mika yaa. Biar Mika nyari angkot atau numpang temen."

"Yakin nak?"

Mika mengangguk yakin, "Iyaa Ma, Mika gamau sampe ngerepotin orang lain kalo misalkan Mamaa ambruk di jalan hahahaha."

"Ah, bisa aja kamu!" Tifa memukul dahi anaknya dengan tenaga pelan.

"Yahahaha, ampun Ma! Mika bercanda aja, kok."

📢: Mohon perhatian. Kepada seluruh capos agar segera berkumpul di lapangan. Siapkan perlengkapan kalian untuk agenda nanti!

Ketika mendengar pengumuman itu, badan Mika spontan berlari ke lapangan. Berharap mulut para senior tidak melepas amukan. Mika juga sempat berpamitan ke Ibunya sebelum mereka saling meninggalkan.

Bukannya mencari barisan, Mika justru berlari kencang menuju punggung temannya. Ia langsung memeluknya dari belakang secara brutal.

"Lama gak ketemu kawan!"

"Lepas," ketusnya sembari mendorong Mika pelan.

Pretended || Avoidant ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang