9] Pertolongan Pertama

152 18 3
                                        

Heyoo guys! Gimana kesan kalian hari ini? Semoga dapet nasib baik ya. Sekalipun apes, jangan pernah menyerah🔔

Happy Reading all, makasih udah nyempatin waktu buat baca cerita kami 🕹

.

.

.

Keesokan hari. Rasanya berat bagi Mika untuk menjalani pagi yang cerah. Mika nampak lesu seperti kekurangan gizi, namun yang menjadi perhatian lebih adalah mata panda miliknya.

"Huftt..."

Kasian Mika ya, sampe segitunya Viana nyerang mentalnya dia.

Semoga Mika dapet hidayah.

Viana sih songgong banget mentang-mentang dipuji sama banyak osis.

Ga doain aja biar dia lepas jabatan? Muak gue sama dia!

Alis Mika spontan mengernyit. Desas-desus mereka sangat meresahkan. Kenapa bisa sampai merambat ke Viana? Sebenarnya kemarin Tifa mengajak anaknya begadang untuk marathon anime Levi, bukan karena kepikiran soal kejadian kemarin.

"Huh biarlah mereka mau ngomong apa. Intinya gue yang ngerasain disini," keluh Mika.

Jdug!!

"Aduh!"

Kepala Mika kian terbentur ke arah dada bidang Adnan, adik kelas random yang muncul secara sengaja. Mika langsung menengadah untuk melihat senyuman cowok berponi rapi di hadapannya.

"Mending nabrak aku aja kak pas lagi melamun. Kasian kakak kalo sampe kena marah orang."

"Anu, maaf banget yaa. Otak gue agak ngelag."

"Kakak pasti lagi punya problem nih. Sini biar Adnan temenin biar kakak gak melamun lagi."

"Gak njirr... problem gua cuma kurang bobok. Hoaheem."

"Mau Adnan bantuin beliin sesuatu biar kakak gak ngantuk lagi?"

"Gue gatau harus ngapain Nan. Dah ah, gue mau menghindari dulu yaah byebye adek kelas."

Tanpa sepatah kata lagi, Mika segera meninggalkan sosok Adnan. Sayangnya cowok polos itu gagal mencegah Mika ketika mulutnya duluan terkunci.

🌟🌟🌟

Oper, oper kesini!

Hyaa, buruan cetak gol!

Suara Bihar berhasil mengalihkan perhatian Mika dari pikiran negatif. Bola matanya kemudian berputar ke arah lapangan sekolah yang berisi gerombolan tim sepak bola. Sejenak Mika merenung, kenapa pelatih menutup area lapangan? Satu pun tidak ada jalan masuk.

"Aaaahh, kalo begini gimana gue mau nyamperin Biharr?!"

Sebuah ide melintasi otak Mika. Satu-satunya cara yang bisa ia lakukan adalah memanjat pagar bagian belakang. Mika bergegas menjalankan aksinya sebelum keciduk.

"Capek banget anjirr.... ternyata manjat disini ga segampang manjat pohon rambutan di kampung halaman gue. Auh, perihh.."

Mika memilih beristirahat sejenak agar pulih kembali. Alhasil, keadaan masih belum membiarkan hidup Mika tenang, karena cobaan baru telah mengganggu indra penciumannya. Lebih tepatnya, terjadi bau apek di sekitar Mika.

"Emmmhh... sial, gangguin konsentrasi gue aja. Howeek... enek gue lama-lama." Tangan Mika mengibas udara di depan hidung.

Usai menelusuri lebih dalam, Mika menemukan jersey lembab yang bergelantungan di dekatnya.

Pretended || Avoidant ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang