2] Ditolak

245 23 1
                                        

Mari kita lihat cara dia menaklukan hati seseorang yang berdarah dingin. Jika berhasil, itu artinya sekolah kami akan mendapatkan nasib baik.

~Masih percaya takhayul~



.

.

.

Usai menjaga Bihar selama pertandingan bola, akhirnya Mika bisa jalan berduaan lagi. Mereka menggunakan sisa waktu dengan mengobrol hangat, terkadang diluar nalar. Mika merupakan mentornya dalam mencari topik unik, sedangkan Bihar tinggal memberikan jawaban yang sesuai atau selalu nyambung terhadap segala pembahasan.

Perlahan tawa mereka memudar ketika pandangan mereka terpusat ke arah ruangan yang berisi deretan peserta karate, salah satunya merupakan siswi panorama di SMA Warnakerta. Namanya memang sudah melambung tinggi, bahkan para guru sempat mengaguminya.

Blagg!!

Blagg!!

Syaatt!!

Tendangan demi tendangan terayun dengan sempurna. Sontak, pupil mata Bihar semakin lebar hingga cowok itu mendadak menyukai pertandingan karate.

"Gak heran lagi sih kalau Viana," jawab Mika, berhasil memperjelas tipikal pujaan hati si Bihar.

"Iyaa, lo emang ga salah ngenalin idola lo ke gue," sahut Bihar dengan pandangan yang masih melekat ke arah Viana.

"Huh... gue aja bingung kenapa bisa ngidolain tuh anak? Tapi yaa... lama-kelamaan gue juga bakal bosen ngeliat wajahnya. Ayolah kita pergi dulu, ntar omongin!"

Hening...

Hati kalian pasti pernah berdenyut setelah dikacangin. Hal itu terjadi karena kita mengetahui bahwa suara kita seolah tidak berguna bagi telinga pendengarnya. Ya begitulah posisi Mika sekarang. Belum saatnya untuk menghukum si cowok lugu ini.

"Hmm... secara ga langsung gue udah nemuin tanda-tanda orang lagi kena hipnotis nih," sindir Mika.

"......"

"Har, dengerin gue yaa... sekarang yang paling penting itu mengisi kebutuhan kalori."

"Iya..."

"Duh Bihar, udah berapa kali gue bilang? Viana itu banyak tandingan, good looking semua lagi. Jadi lo jangan berharap jauh-jauh, mending sama gue. Dapetinnya cuma sedetik doang."

"Iyaaaaa."

"Bihar, dengerin gue dong--"

"Ssstt.... bentar lagi!" Merasa terganggu, jari Bihar langsung menjepit mulut Mika sampai membentuk paruh bebek.

Sekalinya terkena jurus bucin, Bihar memang sangat susah diberikan petuah. Mika memukul pundak Bihar agar bibirnya kembali bebas.

"Atuhhh!! Sakitt maahh. Itu tangan apa bimbel?" Suara Bihar yang agak keras sempat menarik perhatian peserta di dalam termasuk Viana.

"Dumbell, bogeng. Cepetan makanya! Latihan karate bakal lama."

"Yaelah Mika, lagian lo udah aman sama gue. Mau tengah malam sekalipun, gue bakal jagain lo. Dijamin gaada yang marahin kita."

"Ihh apaan sih jawaban lo kurang mendukung banget! Gue laper bogeng, bukan takut diomelin emak--"

"Kalian ngapain disini?" Cewek berdarah dingin muncul tanpa mereka sadari.

"....."

Mereka membisu beberapa saat.

Baru kali ini gue lihat Viana secara langsung, rasanya kayak dunia spacetoon. Terus gimana caranya yaa gue biar tampil keren? Batin Bihar.

Pretended || Avoidant ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang