~ Bihar Goodboy ~

280 24 3
                                        

Jangan lupa like dan komen ya guys biar aku semangat bikin ceritanya. Makasih atas dukungan dan niat kalian. Pantengin terus ❤




—————

Siapa sangka? Tiba-tiba siswa misterius muncul di hadapan botol yang masih melambung tinggi. Seketika semua pasang mata terpusat ke arahnya. Sudah seperti pembukaan flm action saja.

"Beher?"

Ternyata Mika mengenal siswa berpenampilan serba rapi itu saat memanggil namanya dengan benar.

"Di atas.."

Perlahan langkah Bihar semakin maju untuk menangkap lemparan botol dari Rega, sudah dipastikan bahwa ia akan berada di pihak Mika.

Plang!!

Alhasil, botolnya justru meleset dari tangan Bihar membuat semua geng terkekeh sekaligus menyemprotkan sorakan. Ya setidaknya Bihar sudah berusaha menunjukkan bakat aktingnya sebagai seorang pahlawan.

"Upss..."

"Ululu, botolnya pecah. Ahayy, sanksi tambahan nih!" Ledek Rega.

"Cupu sih, salah masuk zona!" Timpal teman Rega.

"Ga cocok, ga cocok, skip skip baee lah." Teman Rega yang satu ini memang kurang disegani akibat gaya bicaranya yang tidak jelas.

Bihar bergegas mengambil gulungan kertas selagi para anggota lengah, kemudian menyerahkan benda tipis itu kepada Mika dengan penuh arti.

"Makasih ya Bihur," ucap Mika terdengar halus.

"Iya, gue justru seneng udah bisa bantuin lo walaupun ada sedikit yang janggal hehehe."

"Gapapa kok, gue paham lo udah ngelakuin semaksimal mungkin."

"Btw dari dulu nama gue salah mulu ya di mulut lo," bisik Bihar.

"Canda Har, hehehe."

Adegan yang cukup sederhana namun sukses memanasi hati Rega dalam sekejap. Cowok tertinggi nan kekar itu langsung menengahi mereka untuk mengacaukan suasana.

"Eh, lo bisa sadar diri ga? Ini urusan gue sama dia." Rega menunjuk wajah Mika, sedangkan bola matanya masih melekat ke arah Bihar, "Mentang-mentang pinter jangan sok kecakepan juga lo!"

"Gue terpaksa harus ikut campur dalam urusan kalian, karena lo udah hampir nyakitin Mika!" pekik Bihar dibarengi kacamata beningnya yang silau. Tatapan cowok itu seolah ingin menantang Rega.

"Coba liat dia! Liat!" titah Rega, langsung dituruti Bihar, "Mana ada tanda-tanda luka di tubuhnya? Lo bisa liat sekali lagi kan? Sok tempe banget!" sambung Rega.

Kini aura koridor mulai menegangkan. Mika takut jika firasat yang ia rasakan dari awal akan terjadi. Mereka saling melempar tatapan kebencian, menandakan pembalasan selanjutnya akan tiba.

"Lo cuma ngerti soal fisik Mika doang, engga sampai ke perasaannya! Memang udah keras dari awal—"

"Owalah, ni cupu mulutnya lemes bener."

Sudah di penghujung emosi, Rega spontan mendorong Bihar menggunakan tenaga ekstra sampai badan Bihar tergeletak di lantai.

"Bihunnn!"

Tidak ada yang bisa menghentikan Rega saat ini. Anggotanya pun ketakutan, karena mereka mulai merasakan sensasi yang berbeda melalui raut muka si boss. Sementara itu, Mika langsung panik dan berusaha memutar otak demi menolong Bihar.

Namun terlambat, Rega sudah kembali mengangkat badan Bihar. Selanjutnya, cowok berparas garang itu hendak meluncurkan pukulan. Beruntung, Bihar bisa menghindar secara gesit hingga berhasil melepas cengkraman Rega. Kacamata yang jatuh ke lantai pun langsung menjadi pusat perhatian.

Pretended || Avoidant ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang