[ FRIENDZONE STORY ]
Ini kisah remaja SMA yang tak biasa. Jangan berharap percintaan mereka akan berjalan romantis, karena teka-teki dan sandiwara mendominasi hubungan di sini. Perlahan semakin rumit sejak sifat Darvin yang awalnya hangat kini berub...
Welcome guys! Bagaimanakah kelanjutan acara antara Mika dan cs? So, terus pantengin cerita sampe habis yaa... support dari kalian akan sangat berarti bagi saya.
Happy Reading ❤
.
.
.
Api cemburu telah membakar hati Nanda. Tangannya tak berhenti mengepal sejak melihat pemandangan dansa itu. Jika begini terus, ia akan gagal mendapatkan Mika. Andai saja luka Nanda sudah pulih. Nanda pasti langsung memaksa Mika.
Sound Sistem mendadak mati membuat proses dansa terhambat. Semua peserta ikut menghentikan gerakan dengan tampang linglung, termasuk pasangan pemeran utama.
"Kayaknya ada yang konslet," respon Mika.
"Bisa jadi." Darvin lekas membawa rekan dansa menuju belakang panggung. Mungkin sudah waktunya mereka berhenti dansa.
"Rasain tuh kena karma!" umpat Nanda dari bawah panggung. Sorot matanya sempat menangkap Adnan.
Mereka berdua tiba jauh dari kerumunan. Darvin mengajak Mika berteduh di dekat meja makan bagian outdoor, sekalian mengisi perut. Darvin langsung menyuap salah satu kue cokelat yang tersedia.
"Eumm... kayaknya gue kelaperan banget nih," ungkap Darvin.
"Yah, kenapa lo ga bilang dari tadi sih? Kan gue gak bakal ngajakin lo dansa," sahut Mika merasa bersalah.
"Gapapa kok Mik... gue cuma mau berusaha buat memenuhi keinginan lo asalkan lo senang," suara Darvin lembut.
Ucapan cowok blasteran sungguh menyentuh hati terdalam Mika. Dibalik persahabatan ini, ada bahasa lain yang susah terungkap. Mika hanya menatap Darvin penuh arti. Seiring berjalannya waktu, perasaan seolah menjadi berbeda.
"Lo gak makan kue Mik? Enak banget loh," saran Darvin.
"Bentar aja yaa Vin, gue masih agak eneg."
Mika kembali mengecek layar handphone. Sampai sekarang, Mika belum mendapatkan kepastian dari Asti. Wajah Mika mendadak berubah agak murung.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kenapa lesu begitu Mik?" Darvin menengok ekspresi temannya yang nampak berbeda.
Mika menggelengkan kepala sambil memaksakan senyum. "Gapapa, cuma tentang Asti yang belum jawab gue."
"Owalah, emang kenapa sampe bisa sibuk yaa? Perasaan tadi gue-"
Tuning, tuning, tuning!!
Kalimat Darvin terpotong akibat bunyi nada dering mengisi saku celana. Panggilan telpon berasal dari Sang ibu.