[ FRIENDZONE STORY ]
Ini kisah remaja SMA yang tak biasa. Jangan berharap percintaan mereka akan berjalan romantis, karena teka-teki dan sandiwara mendominasi hubungan di sini. Perlahan semakin rumit sejak sifat Darvin yang awalnya hangat kini berub...
Heyoo guys! Ga terasa nih udah hampir menuju part 20 yeyy. Gimana perasaan kalian habis baca sekian bab? Biasa aja kah atau wah?
Entahlah, aku juga gatau. Intinya kita baca sama-sama yaa. Jangan lupa tanda bintang di bawah, makasih🌟
.
.
.
Kolom chat....
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Typing-nya ketawa, tapi ekspresi Darvin tetap datar saat mengetik.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Alhasil, tidak ada kepastian selama hampir dua jam. Pasalnya, si cowok blasteran mulai mengalihkan diri dengan melanjutkan bab materi berikutnya, padahal gurunya belum mengajarkan sampai sejauh itu.
"Emang dasarnya lo ngambis banget!" celetuk Mika.
Terlihat sepasang mata cewek melalui jendela kamar Darvin. Beruntung jantung Darvin tidak mudah copot. Kehadiran Mika bak nuansa horor.
"Gue udah sampe kesini 3 menit yang lalu sebelum ngechat lo."
Darvin lekas mengangguk singkat demi menghindari obrolan panjang. Tiada sambutan apapun. Darvin justru tega mengabaikan temannya yang kelelahan berdiri di luar, sedangkan Mika hanya bisa bengong menyaksikan manusia jenius sedang menyerap materi.
"Vin,"
"Hm?"
"Lo ga ada kepikiran maen keluar gitu? Biasanya lo yang paling semangat ngajakin gue duluan."
"Gatau"
Mika memincingkan mata heran. Jawaban yang penuh ambigu itu tidak akan mudah dimengerti oleh orang lola seperti Mika.
"....."
Rasanya kepala Mika ingin meledak akibat terlalu meladeni sifat batu Darvin. Anehnya, Mika masih suka bertahan dalam hubungan sepihak. Mika langsung mengembangkan senyuman manis setelah memahami jawaban Darvin versi sendiri.