Oh ya, untuk support cerita ini, jangan lupa like dan komennya ya sobat agar aku bisa merancang alurnya lebih semangat lagi, otomatis ceritanya dijamin makin bagus kok.
Happy Reading all ^ ^
.
.
.
[Taman Belakang Warnakerta]
Kita udah nungguin selama tiga bulan. Dan gue mau kita lanjutin hubungan lebih dari sekedar teman
Cewek yang dominan pemarah, seketika memasang tatapan lemah setiap Adnan berbicara hal serius. Asti mengira bahwa Adnan bisa lebih mengerti tentang dirinya.
"Maaf untuk yang kedua kalinya. Gue masih belum nerima keputusan lo." Jawaban Adnan rasanya sangat mengecewakan Asti. Cewek setinggi 168 itu menekuk bibir, kemudian memutar bola mata untuk menahan genangan embun.
"Terserah lo deh, intinya jangan pernah sesekali ngasih harapan yang ga pasti ke gue atau lo menyesal," sahut Asti cukup tersinggung namun sebenarnya ia keberatan mengungkapkan hal tersebut.
Sungguh pilihan yang sulit, padahal Adnan pun tidak ingin hubungannya bersama Asti kandas. Status friendzone dari mereka masih terbilang sempurna dengan perasaan saling suka, namun terhalang oleh rencana rahasia Adnan.
"Sabar yaa, bentar lagi kok gue bakal ngasih dia pelajaran. Habis itu gue janji mau nembak lo. Tungguin balasan gue." Adnan memegang bahu sampai menatap lekat lawan bicaranya.
"Iya, gue percaya sama lo," lirih Asti.
Perlahan Adnan menjatuhkan Asti kedalam pelukannya. Berharap penantian ini bisa secepatnya berakhir.
🌟🌟🌟
Mika tiba di sebuah ruangan minimalis namun berkualitas. Tempat yang dianggap sangat rahasia ini akhirnya berhasil ia pijak untuk kali pertama.
Belasan anggota osis berjas merah sudah berkumpul. Bukan tanpa alasan, kini para capos juga terlibat hingga mereka harus mengambil tanggung jawab penuh sebagai pembimbing.
"Dia orang yang berani ngelibatin siswa lain kak," tuduh Viana tenang.
Suasana ruangan penuh ketegangan, apalagi saat para senior menatap Mika dengan dendam. Cewek yang belum pernah dicap buruk, sekarang seperti sengaja dipojokkan. Viana memperlihatkan isi polaroid untuk menjawab pertanyaan Mika.
"Sekarang lo sadar kan? Apa yang menyebabkan mereka bertiga terlibat dalam perkelahian?" tanya osis lain.
Sedikit bingung, tetapi Mika juga takut di dalam hati. Bibir Mika membeku. Bisa-bisanya Viana berani menjatuhkan rekannya sendiri. Mungkin sebelumnya Viana juga sudah memberi tahu mereka tentang Mika yang sering bolos saat pelatihan.
"Ya kan itu salah mereka sendiri udah ngincar saya. Emang saya mancingin mereka biar bertengkar? Ga juga kan?" sangkal Mika namun tersenyum ceria.
"Tapi kami yakin ini semua rencana lo. Sejak Nanda mencatat nama lo, kami tahu lo pasti berusaha ngadu ke pacar lo Rega biar dikeluarin dari capos. Makanya Rega emosi sampe ngantem Nanda."
"Katanya Nanda sih Rega mukulin dia tanpa sebab. Pasti ada sangkut pautnya sama lo dik."
Apaan sih? Mereka seperti sengaja menggali kesalahan agar Mika mendapatkan hukuman tanpa bukti yang konkrit. Ternyata begini kualitas osis Warnakerta, menyebabkan Mika ingin mual.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pretended || Avoidant ✅
General Fiction[ FRIENDZONE STORY ] Ini kisah remaja SMA yang tak biasa. Jangan berharap percintaan mereka akan berjalan romantis, karena teka-teki dan sandiwara mendominasi hubungan di sini. Perlahan semakin rumit sejak sifat Darvin yang awalnya hangat kini berub...
