[ FRIENDZONE STORY ]
Ini kisah remaja SMA yang tak biasa. Jangan berharap percintaan mereka akan berjalan romantis, karena teka-teki dan sandiwara mendominasi hubungan di sini. Perlahan semakin rumit sejak sifat Darvin yang awalnya hangat kini berub...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ekstra Musik (16/04/2022)
.
.
.
Selain kemampuan bermain gitar, suara Darvin juga tak kalah emas. Semuanya terdengar selaras dan enak bagi indra pendengaran.
Tujuh hari dalam seminggu Hidup penuh warna Ku selalu mendekatimu Memberi tanda cinta
Engkau wanita tercantikku Yang pernah ku temukan Wajahmu mengalihkan... duniaku
Pletak!
Ah sial. Kebetulan sekali senar gitar tidak mendukung situasi. Sontak, Darvin menghentikan petikan akibat salah satu bagian senar yang tiba-tiba lepas.
"Hadeh, gue harus minjem gitar siapa lagi ya? Cuma punya gue yang paling ampuh kalo dimainin," keluh Darvin.
"Sini Vin, biar gue aja yang beliin," tawar Mika.
"Ehh gausah Mik! Lo kan harus seleksi juga nanti," sahut Darvin.
"Ga perlu khawatir. Ntar biar gue yang minta ijin ke Pak Teguh."
"Oke kalo gitu. Gue minta tolong ya," pinta Darvin halus.
Cowok blasteran memberikan kunci motor kepada Mika sebelum meninggalkan ruangan musik. Sampai sosok Mika menghilang, Darvin baru nyadar kalau ia lupa menitipkan uang.
"Yah, gue baru inget njirr. Nanti aja deh gue bayarin," celetuk Darvin.
Darvin menengok ke kanan dan kiri, sepertinya suasana di ruangan sudah semakin sepi ketika para anggota berhenti memainkan musik. Darvin sedikit merenung, menatap langit-langit gedung, dan melipat kedua tangan di atas gitar yang berpangku pada lututnya.
Oyy Darvin.
Kedatangan pelatih musik sukses mengalihkan lamunan. Darvin lekas mendongakkan kepala hingga menyenderkan gitar dekat dinding.
"Ada yang bisa saya bantu Pak?" tawar Darvin.
"Oh tidak. Saya cuma mau ngasih ini ke kamu sebagai tanda prestasi yang udah diraih sama ekstra kita." Pak pelatih menyodorkan sebuah surat keputusan dari luar pulau. Sebuah tawaran untuk bekerjasama dengan salah satu industri musik.
"Wah serius ini Pak? Darvin ga mimpi kan?" Darvin menerima pemberian dengan antusias.
"Tentu saja serius, inilah saatnya kamu bisa menciptakan lagu. Boleh juga ajak rekanmu disini."
"Makasihh banyak Pak udah memberikan saya kepercayaan untuk menjadi orang besar... gapapa tinggiin dulu impian saya, hahahahaha!"