[ FRIENDZONE STORY ]
Ini kisah remaja SMA yang tak biasa. Jangan berharap percintaan mereka akan berjalan romantis, karena teka-teki dan sandiwara mendominasi hubungan di sini. Perlahan semakin rumit sejak sifat Darvin yang awalnya hangat kini berub...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selamat pagi guyss >//<
Semoga bisa menikmati hari yang bersinar 🌟
Okee kita lihat usaha Mika ngejar Darvin. Kalau suka, mohon bantuan vote, komen, dan share ke temen-temen kalianyaa🤘😁
LANJUTT.....
.
.
.
Keesokan hari. Mika memutuskan menemui Darvin di kelas XI MIPA 3 untuk membicarakan sepenggal ciptaan lirik lagu. Disini aura ruangan terasa berbeda membuat Mika langsung gugup, apalagi melihat ekspresi Darvin saat memeriksa lembar demi lembar kertas yang berisi catatan lagu.
"Kayaknya kalau nada terakhir kita kasih overtune biar terdengar lebih oke. Terus cengkoknya bisa disesuaikan dikit aja," saran Mika.
Darvin hanya mengangguk. Ia lebih banyak menyimak setiap kata dan akor lagu. Memastikan kombinasinya tepat.
"Di bagian... 'suatu hari kamu akan tersenyum' bakal diiringi pake orkestra dulu, baru musik utama."
"Hm"
Sampai seterusnya. Mika menjelaskan makna lirik dan memaparkan kesesuaian irama dengan sangat baik. Penyampaian Mika terkesan sangat lugas seolah menguasai semua unsur yang terkandung pada penciptaan musik.
"Wuahahaha! Gimana nih idee gue? Udah cukup memuaskan bagi lo?"
"Bagus"
"YUHUUU... lumayan kan kalau kita collab. Gue berharap lagu ini bakal menghasilkan karya yang booming bagi dunia permusikan HAHAHAHA! Makanya lo harus ikut kerjasama Vin."
".........."
Huhh, mulut gue lelahh... rahang mau terkunci. Diaa batu bangett, batin Mika.
Bukan tempat saja yang sepi, tetapi juga mulut mereka sudah mulai bungkam. Ya, Mika akan merasa tersiksa jika jiwa ekstrovert miliknya tidak pernah ditunjukkan. Diam sangatlah melelahkan.
Oke langsung saja ambil kesimpulan. Mika menganggap Darvin sudah setuju dengan proyek lagu kali ini. Sekarang tinggal mengajak Darvin kerjasama, tapi mungkin sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk membujuk cowok dingin itu.
"Okee gue pamit dulu ya. See you again, semangat belajarnya buat hari ini." Mika melambaikan tangan.