26] Ambil Alih

88 14 1
                                        

Puluhan pasang mata tertuju pada panggung aula SMA Warnakerta, dimana seorang narasumber telah membagikan banyak informasi yang bermanfaat di dalam seminar. Salah satu topik yang menarik bagi Desi adalah cerita tentang seorang gadis yang mengalami pelecehan seksual.

Desi mendengarkan secara seksama.

"Anak baru berusia 12 tahun sudah memperjuangkan masa kehamilan yang tergolong sangat muda. Awalnya si gadis tidak mengetahui bahwa kehormatan dia telah direnggut oleh seorang pria. Konon, gadis itu belum paham edukasi seks."

"Atas kesalahan tersebut, si gadis dikucilkan teman-teman termasuk sahabatnya di sekolah. Tiada satupun dukungan bahkan orangtuanya sendiri melakukan kekerasan, tanpa sadar anaknya sedang hamil. Si gadis jadi depresi, mentalnya hancur berkeping-keping."

Seketika suasana hening. Nampaknya bagian cerita akan semakin serius.

"Tak lama kemudian, gadis itu meninggal karena tidak kuat melahirkan... dokter bilang, pikiran gadis itu tertekan sehingga mempengaruhi masa pertumbuhan janinnya."

Desi bisa merasakan matanya bergenang, hati nuraninya mulai terenyuh mendengarkan gadis yang hidupnya sungguh miris. Desi jadi teringat dengan Mika, sahabatnya. Kisah mereka memang berbeda, tetapi perjuangannya terdengar mirip. Membayangkan jika seandainya Mika ditinggalkan orang terdekat, Mika pasti akan mengalami stres parah. Dan nekat melakukan hal yang diluar batas.

Desi segera mengusap embun di pipinya, menarik nafas untuk mencegah isakan.

💥💥💥

Sejak tadi Mika dan Bihar sedang berposisi jongkok untuk mengintip objek di depan mereka.

"Btw rambut lo halus banget deh," celetuk Bihar.

"Har, fokus dong Har!" titah Mika.

"Lo keramas pake shampo apa sih?" tanya Bihar, enggan mendengarkan Mika.

"Shampo domba yang lo kasih kemaren. Belum kadaluarsa kok," sahut Mika.

"Wiihh dahsyat bangett. Ga sia-sia emak gue asal beli. Untung bermanfaat."

"Auah... fokus dong anjir!"

"Iya, iya," cemberut Bihar.

Sungguh pemandangan yang amazing! Mereka menyadari keberadaan Viana sedang bergandengan tangan bersama ketua osis SMA Warnakerta, tak lain adalah cowok berkulit sawo itu.

"Seperti yang kita tahu... cowok idaman idola lo pasti harus punya banyak pangkat dan terkenal," lirih Bihar.

"Gue yakinkan sekarang kalau gue bisa jadi temen terbaik Viana!" seru Mika.

"Maksud lo apa?"

"Gue gak terima aja gitu kalau mereka jadian. Nanda bukan orang yang baik bagi dia."

"Wah, gue gak nyangka lo sekarang se'posesif gitu sama idola lo sendiri."

"Pokoknya tenang aja Har, kebenaran bakal terungkap di tangan lo. Jangan pernah menyerah sama tekad lo buat ngejar Viana."

Bihar menganga takjub mendengar motivasi Mika yang membara walaupun masih belum mengerti kenapa Mika berbuat demikian? Rencana ini sangat mendadak sehingga Bihar masih belum bisa membantu Mika. Entahlah, Mika seperti ingin memberikan pelajaran kepada Nanda.

Pretended || Avoidant ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang