Welcome guys! Kembali lagi sama aku sebagai penulis mager wkwkwk. Sebelumnya, mari kita mendoakan Adnan biar tenang di alam sana😥
Makasih banyak yaa bagi kalian yang udah mau mengikuti cerita sampai sejauh ini🔔
Jangan lupa votement kalian guyss, makasih banyak ❤❤
.
.
.
Tiga hari berlalu. Belakangan ini orangtua Mika selalu menyibukkan diri, bahkan Sang ibu sudah jarang berada di rumah. Entahlah, sampai sekarang Mika masih penasaran terhadap pekerjaan yang beliau ambil.
"Mama berangkat lagi ya?" sambut Mika lesu. Baru saja ia bangun, eh Ibunya sudah bersiap-siap kerja.
"Hooh, Mama lagi buru-buru nih." Tifa segera merangkul tas hitam seraya menatap jam tangan.
Astaga! Sebentar lagi meeting akan dimulai. Tifa harus bergegas agar tidak dimarahi atasan karena terlambat.
"Mama serius gaada libur sehari pun? Baru aja mau Mika ajakin nanti."
"Ya Tuhan, Mama udah mau telat, sempat-sempatnya kamu nanyain libur nak. Hhh..."
Alhasil, Tifa merasa sedikit kesal terhadap respon anaknya yang kurang menghargai usahanya. Tifa langsung meninggalkan ruangan tanpa berpamitan. Biasanya mereka sangat memperhatikan ucapan selamat tinggal sebelum pergi.
Sebenarnya Mika sedang membutuhkan dukungan di tengah kondisinya yang tertekan. Mika bingung harus mencari siapa lagi, kedua orangtuanya sudah tidak mau peduli. Hati Mika sungguh letih.
Mika memutuskan untuk berisitirahat di kamar. Pikirannya langsung beralih ke lemari. Biasanya Mika selalu mendapatkan jalan keluar setiap membuka lemari.
💠💠💠
Hampir seluruh siswa kelas XI MIPA 3 mendadak gelisah akibat sidak dadakan. Mereka berputar keliling kelas tanpa arah untuk menyembunyikan barang-barang berharga.
Tak lama memakan waktu, tiga anggota berjas merah hadir, seolah menunjukkan identitas mereka sebagai orang yang berkuasa di sekolah. Konon, mereka berhak mencatat berarapun poin pelanggaran terhadap para siswa biasa.
"Cepat ke depan mulai dari bangku deret kiri!" titahnya galak.
Sebanyak 8 siswa termasuk Darvin maju dengan pasrah, menyaksikan para osis yang menggeledah isi tas mereka masing-masing.
Sang osis memicingkan mata. Bisa-bisanya seorang siswa yang ia periksa membawa daster emaknya. Katanya lupa menaruh titipan kemarin.
Kedua, mereka menemukan sebuah jarum serta benang merah. Sisanya ada sebuah boneka. Kayaknya mau nyantet seseorang.
"Howeekk.."
Dan kejadian yang biasa terjadi secara turun-temurun, yaitu mereka menemukan sebuah jersey lembab khas SMA Warnakerta.
Keadaan tas yang terbuka membuat baunya menyeruak dimana-mana. Siswa lain ikut menjadi korban.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pretended || Avoidant ✅
General Fiction[ FRIENDZONE STORY ] Ini kisah remaja SMA yang tak biasa. Jangan berharap percintaan mereka akan berjalan romantis, karena teka-teki dan sandiwara mendominasi hubungan di sini. Perlahan semakin rumit sejak sifat Darvin yang awalnya hangat kini berub...
