25] Penyelidikan

92 13 2
                                        

Yuhuuu minna, selamat datang di part tantangan. Kali ini aku mau nulis panjang. Semoga kalian betah bacanya ya ^^

Oh iyaa... aku mau ngucapin terima kasih banyak kepada kalian yang sudah menambah jumlah viewer cerita aku. Ga nyangka banget udah nyampe ribuaaan!! Aku bersyukur punya pembaca seperti kalian ❤

.

.

.

Mika kembali mengumpulkan teman-temannya untuk menyelidiki masalah kemarin sekaligus menikmati liburan di taman kota.

"So, kemarin gue ketemu struk harga ini dari bunga pemberian Darvin."

"Ya terus apa hubungannya?" Panton masih belum menemukan titik terang.

"Pertama, gue heran kertasnya masih awet banget. Untung ga hilang hahaha," canda Mika.

"Orang lo gak pernah mainin. Jelas bangetlah kertasnya masih rapi gitu. Sama kayak gue yang jarang baca buku, bikin per halamannya masih rapi. Bisanya kan cuma beli doang," tutur Asti. Kepalanya berpangku pada salah satu tangannya.

"Nah itu guys. Struk harga ini bakal beri gue petunjuk soal keberadaan Darvin waktu beli bunga. Kalian berdua coba lihat..."

Mereka berdua mematuhi instruksi Mika dengan mengamati setiap komponen struk harga secara seksama.

"Bener kan nama toko bunganya ini yang deket Pak Berkah?"

Alhasil, mereka justru menggeleng-gelengkan kepala. Namun mata mereka masih fokus menatap harga.

"Kurang tahu Mik, soalnya kita mah jarang beli bunga," sahut Panton.

"Oh begitu ya," lirih Mika.

Ide lain terlintas di pikiran Mika. Sebelumnya Mika sempat mengajak Asti menjalankan rencana ke robong Pak Berkah demi mengerjai Bihar yang polos.

Mika spontan meraih pundak Asti. "Btw, lo inget ga kapan kita telponan buat ngebahas soal rombong Pak Berkah?" tanya Mika.

"Di riwayat panggilan lo gaada Mik?" Asti mengernyitkan alis.

"Hehehe kehapus anjir. Makanya gue langsung cari lo kesini sekalian minta Panton buat bantuin kalo terjadi hal baru."

"Owalah pake nyari gue segala. Kenapa ga chat gue aja langsung? Kan kasian lo," omel Asti sembari menesuluri riwayat panggilan di handphone.

Tanpa membutuhkan waktu lama, akhirnya Asti menemukan chat lama mereka saat membahas rencana ke rombong Pak Berkah. Tepat tanggal 16 April 2022 pukul 8 pagi.

"Wah apatuh—"

Ketika Panton penasaran ingin melihat isi chat, tangan Mika bergegas menutup wajah cowok itu, membiarkan Panton merasa pengap.

"Seinget gue, Bihar pernah nanyain tanggal di hari itu pas gue ajakin makan."

"Buat apa kak Bihar nanyain tanggal?"

"Gatau, mungkin mau mastiin kapan dia bakal ulang tahun." Mika kian menurunkan tangannya dari wajah Panton, karena Asti sudah memasukkan handphone.

Pretended || Avoidant ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang