8] Wah Tetanggaan?

129 17 2
                                        

Jangan lupa votement ya guys

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupa votement ya guys. Semangat membaca semuanya ❤

.
.
.

Cklek.....

Sebuah pintu kaca mulai terbuka. Kebetulan, seorang bapak-bapak sedang beristirahat setelah mengepel tiga lantai. Biang keringat tidak berhenti membasahi baju pria berusia 57 tahun itu.

Di hadapannya sudah ada Darvin yang baru saja habis mengantar Mika kemudian balik ke kota. Darvin membawa kresek berisi nasi kotak dan beberapa cemilan.

"Pak, makan dulu yuk!" pinta Darvin halus.

"Makasih banyak nak."

Darvin segera mencium punggung tangan Sang ayah sebelum menaruh barang bawaannya di meja. Cowok berseragam SMA itu langsung menatap ayahnya penuh prihatin usai menyadari perubahan wajah beliau yang lebih lesu dibandingkan hari-hari sebelumnya.

"Eummm... gimana tadi sekolah kamu nak?" Sang ayah mulai meneguk segelas air dan mengunyah bakpao pemberian anaknya.

"Syukurlah, pelajarannya bisa Darvin jawab kok, Pak. Ya tidak mengecewakan lah."

"Tapi kamu tau gak nak? Kalau boleh jujur, Bapak mau ngomong sama kamu."

"Apa itu, Pak?"

"Bapak habis dimarahi bos karena kamu ketahuan udah mukulin anaknya. Bosnya Bapak juga sempet ngeliatin foto Nanda yang lagi memar-memar di wajahnya."

Darvin tertegun mendengar pernyataan ayahnya sekaligus heran atas kebohongan Nanda, padahal pelaku utamanya sudah terkena skors.

"Darvin yakin kalau anak itu udah bikin rencana buat ngancurin keluarga kita, Pak. Dari awal mos aja dia emang ga beres anaknya."

Sang ayah menepuk pundak Darvin dengan pelan. Ia sama sekali tidak ingin anaknya memperpanjang masalah ini.

"Nak, ga baik ngomongin kekurangan orang lain. Kamu sendiri juga belum punya bukti yang kuat tentang perlakuan dia ke keluarga kita," nasehatnya halus.

"Tapi emang bener, Pak. Liat dia sekarang! Mudah banget memfitnah Darvin. Pelakunya bukan Darvin kok!"

"Ya nak. Maafin Bapak masih belum bisa mengerti sama masalah kalian. Intinya kamu harus bisa menyelesaikannya sendiri secara kekeluargaan. Oke?"

"Baik Pak."

Sang ayah langsung menyodorkan pao sebelum posisi tangannya kembali untuk melanjutkan makan, sedangkan Darvin sudah kehilangan nafsu makan. Otaknya terus memikirkan kemungkinan yang akan terjadi.

Pretended || Avoidant ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang