33] Pesan Mika

103 15 2
                                        

Heyoo guys, kembali bertemu lagi dengan aku setelah sekian purnama. Maaf banget baru on karena aku dilanda tugas, tugas, tugas, tugas, dan tugas😭 but itu emang resiko mahasiswa tapi harus tetep have fun ^_^

Oh iyaaa, kali ini aku akan usahain bakal upload cerita ini sampeeee tamattt... pokoknya ga boleh digantungin 😣

So, makasih bagi kalian yang masih mau baca cerita aku dan seperti biasa, jangan lupa tombolnya yaa

Happy Reading 🥰

.

.

.

Desi sudah memperingatkan sahabatnya beberapa kali agar tidak pergi ke sekolah dulu, namun Mika masih saja mengeyel. Tenaga Desi terbuang sia-sia, hatinya sangat putus asa terhadap tekat Mika.

Hari ini Desi membantu persiapan sampai menuntun Mika menuju kelas, kendati kondisinya yang masih lesu. Dalam hati Mika sangat bersyukur, karena sahabatnya masih ada di sisinya. Salah satu kondisi yang membuat Mika lebih tenang.

"Des, makasih banyak udah mau direpotin tadi. Lo rela datang pagi cuma mau bantuin gue bikin bekal nasi goreng," ungkap Mika takjub.

Desi tersenyum hangat, sudah lama sekali ia tidak merasakan sensasi keakraban bersama sahabat kecilnya.

"Gaada istilah nyusahin lo kok. Buktinya gue masih bertahan temenan sama lo lebih dari 1 tahun."

"Lo beneran masih anggap gue temen kan?" Mata Mika membulat sempurna.

"Masih kok Mik..."

"Huee, kirain lo udah ga mau temenan sama gue lagi. Nyesek hati dedek," rengek Mika dramatis.

Saat itu juga firasat Desi mengartikan hal yang berbeda dari ucapan Mika. Mungkin karena Desi masih terbayang seminar kemarin, sehingga ia menangkapnya dengan sensitif.

"Mik, lo bukan behel yang dilepas setelah gigi jadi rata, lo bukan mainan yang dibuang setelah rusak. Ngerti kan sampe sini?"

"Jadi gue apa dong?"

Sekali lagi Desi menunjukkan senyuman bagaikan bunga matahari yang terkesan menghanyutkan.

"Lo adalah monumen yang bisa gue koleksi setiap saat. Mau karatan, mau berlumut, lo tetep jadi pajangan. Itulah definisi sahabat sesungguhnya," seru Desi.

"Asekk keren banget suntikan kata mutiara lo!" puji Mika."

"Hahaha iyaa dong."

Hebat, sepertinya otak Desi sudah terkontaminasi sejak pacaran dengan Rega. Cara bicaranya mulai meningkat membuat Mika berdecak kagum.

"Des, gue boleh bertanya sesuatu?"

"Boleh, yang penting lo puas."

"Gimana... eumm... hubungan lo sama Rega?" tanya Mika gugup akibat kejadian waktu itu.

"Yah not bad , dia udah ga kayak dulu di hadapan gue walaupun kadang gue pernah liat dia merokok."

Pretended || Avoidant ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang