LDKS hari kedua dilakukan sore hari. Para capos hanya diminta untuk membawa flayer dengan tema SMA Warnakerta. Mereka sudah berkumpul ke lapangan sesuai arahan osis. Setelah uji mental kemarin, kini junior dibiarkan menikmati sebuah moment yang santai.
"Buruan yaa bogeng! Kita udah pada kepanesan nih," ungkap panitia kepada temannya.
"Bentar, kabelnya lagi digigit tikus njir."
"Yaudah, sambil menunggu. Ayo kita angkat aja flayernya," suruh Arfan bijak.
Sebuah drone mengitari seisi lapangan basket, para capos pun mulai mengangkat flayer masing-masing.
"Lebih tinggi lagi doongg," titah osis.
"Ini udah tinggi banget sampe ketarik lengen gue!" keluh capos.
Rekaman dari posisi atas menampilkan satu persatu isi flayer sehingga membentuk tulisan "Dirgahayu Warnakerta 47". Sound DJ kian mengiringi konten video yang mereka rekam agar lebih mantap.
"Okee, syudah pas guys. Makasi banyak yaa," ungkap Nanda tulus.
Usai puas merekam, para capos menurunkan flayer. Tangan mereka lumayan pegel karena harus menunggu konten selesai. Namun mereka cukup bahagia karena tidak mendapatkan sesi membentak. Mereka langsung bertepuk tangan dan bersorak meriah seperti merayakan wisuda.
Seputar kegiatan sore hari bukan hanya membuat konten, tetapi juga menyelenggarakan lomba asyik sehingga mereka bisa sesuka hati tertawa secara berjamaah.
💥💥💥
Viana menemui orang asing sekitar pukul 9 malam. Mereka seperti mendiskusikan sesuatu sebelum sesi penyogokan. Ongkos yang Viana berikan tidak sedikit. Uangnya tebal apalagi berwarna merah, membuat Sang pelayan menjalankan tugas dengan senang hati.
Selesai melakukan negosiasi, pelayan itu melihat Nanda memasuki tempat sendirian. Sembari menunggu Sang pacar, Nanda menghampiri pelayan tersebut.
"Mas, pesen minuman satu yaa."
"Okee deh!"
Sang pelayan mulai menuangkan minuman dengan kadar alkohol yang tinggi sesuai permintaan penyogok. Ia menyodorkan kepada Nanda.
Nanda mencium baunya agak aneh, jenis alkohol yang ini sangat asing baginya. "Eum.. apaan nih mas?"
"Itu alkohol terobosan terbaru, cobain dulu. Siapa tau suka mas," sahut pelayan.
"Oke deh, asalkan saya gak mabuk-mabuk amet, soalnya mau makan juga nanti sama pacar."
Tanpa ragu, Nanda langsung meneguk satu gelas kecil yang berisi cairan biru tersebut. Lidah Nanda cukup menikmatinya.
"Enak" ungkap Nanda singkat.
Di seberang meja Nanda, terdapat gerombolan orang sedang bermain judi dan mabuk-mabukan, namun Nanda tidak terlalu menggubris. Kini Nanda sebagai peminum lebih memperhatikan rasa alkohol yang nikmat.
"Tambah lagi dikit dong mas," titah Nanda.
"Tambah lagi?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Pretended || Avoidant ✅
General Fiction[ FRIENDZONE STORY ] Ini kisah remaja SMA yang tak biasa. Jangan berharap percintaan mereka akan berjalan romantis, karena teka-teki dan sandiwara mendominasi hubungan di sini. Perlahan semakin rumit sejak sifat Darvin yang awalnya hangat kini berub...
