Yok yang suka baca sambil nikmati lagu, bisa langsung didenger ya😁
Mari kita lanjutkan ceritanya💞
.
.
.
Wingg... wingg... wing...
Seluruh bagian rumah terbalut tanda peringatan berwarna kuning dari pihak kepolisian. Para warga komplek memenuhi jalanan di sekitar rumah Arghansa.
Tifa tidak peduli dengan wajahnya yang semakin panas walaupun hawanya dingin, dibarengi air mata yang derasnya setara dengan hujan malam ini.
Terhitung, Tifa berteriak sebanyak tiga kali akibat syok. Ia takut terjadi ancaman pada nyawa anaknya. Ijya berusaha menenangkan mantan istrinya sambil terisak kecil. Di dalam hatinya, tertanam rasa penyesalan yang begitu besar terhadap Sang anak, apalagi Ijya jarang punya waktu.
🍀🍀🍀
Nyiiiingggg!
Suara toa nyaring numpang lewat sejenak. Sebagian siswa spontan menutup kedua telinga.
📢: Diberitahukan kepada seluruh siswa kelas X, XI, XII... jam setengah sembilan akan diadakan rapat dewan guru---"
"YEYYY BELAJAR SAMPAI JAM KETIGA!!"
Para siswa duluan bersorak riang, padahal mereka belum selesai mendengarkan secara seksama. Terdapat pemberitahuan terselip yang menyebabkan telinga Viana mendadak panas.
📢: Maka dari itu, para guru menyuruh perwakilan siswa untuk menjenguk Mika di Rumah Sakit. Mau sampe jam pulang sekolah sekalipun, kalian tidak akan bisa menemukan Mika Clarisa Arghansa. Dia dikabarkan menghembuskan nafas terakhir!!
"Hah?? Mika beneran udah gaada? Kita salah denger kan ni?" pekik Panton.
Pengumuman soal kematian Mika menyebar begitu saja. Suara mereka mulai saling bertabrakan seiring berjalannya waktu. Bibir mereka hampir hilang kendali saat menyinggung soal Mika. Rasanya mereka tidak merelakan cewek ter-flendly itu pergi dengan cepat.
Setengah jiwa SMA Warnakerta sudah ada pada diri Mika, terutama dari tingkah konyolnya yang selalu menghibur. Hampir setiap kelas dipenuhi isakan, saking kehilangannya atas sosok Mika.
Tubuh Asti mendadak ambruk di tengah kericuhan. Beruntung Panton siap sedia menangkap badan Asti.
"Astii..." tangis Panton, ia paham bagaimana terguncangnya Asti, bahkan sampai pingsan. Panton segera membawa Asti ke UKS.
Sesampainya di lokasi. Panton malah menemukan Bihar dan Viana sedang berduaan untuk membahas soal Mika.
"Permisi..." lirih Panton.
"Asti kenapa?" tanya Viana khawatir.
"Habis denger kabar," jawab Panton sekilas membuat Viana langsung paham.
Terlihat Bihar yang menjadi pasien. Kakinya baru saja berdarah akibat mendengar pengumuman tadi. Konon, Bihar terjatuh dari motor saat hendak parkir. Viana datang menolongnya hingga membawa ke UKS. Kini kondisi Bihar cukup suram. Wajahnya mematung dengan ribuan air mata.
Angan-angan tentang Mika hanya berjalan sebentar di otaknya, terutama ketika mereka tertawa bersama di rombong Pak Berkah. Sungguh pengalaman terakhir yang berkesan bagi Bihar.
Hatinya sangat runtuh, mewakili kesedih yang mendalam. Sang takdir terlalu mendadak merenggut orang yang paling berharga bagi hidupnya. Bihar sangat menyayangkan endingnya bersama Mika akan seperti ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pretended || Avoidant ✅
General Fiction[ FRIENDZONE STORY ] Ini kisah remaja SMA yang tak biasa. Jangan berharap percintaan mereka akan berjalan romantis, karena teka-teki dan sandiwara mendominasi hubungan di sini. Perlahan semakin rumit sejak sifat Darvin yang awalnya hangat kini berub...
