[ FRIENDZONE STORY ]
Ini kisah remaja SMA yang tak biasa. Jangan berharap percintaan mereka akan berjalan romantis, karena teka-teki dan sandiwara mendominasi hubungan di sini. Perlahan semakin rumit sejak sifat Darvin yang awalnya hangat kini berub...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selamat pagi guyss >//<
Kalau suka, mohon bantuan vote, komen, dan share ke temen-temen kalian!!
LANJUTT..
. . . .
Well, sekarang gue udah tau maksud lo mutusin gue!
Rega sengaja menahan badan Mika di tembok agar tidak kabur. Jarak pandangan di antara mereka hanya berkisar satu inci. Rega sampai bisa merasakan embusan nafas Mika dalam posisi cumbu.
"Hahaha udah mulai keringetan loh yaa."
Karena kasihan, Rega lekas melepaskan mangsanya. Rasanya sangat senang menganggu Mika sampai ketakutan begitu. Beruntung Mika masih belum marah sampai memukul Rega.
"Lo kenapa sih gabut banget jadi orang sampe menodai gue segala?!" tanya Mika dramatis. Sesekali ia mengusap-usap lengannya.
"Tenang, itu baru pemanasan. Belum lagi masuk ke inti—"
"Dasar anak IPS ga punya adab!" Spontan tangan Mika menepis bahu Rega. Bukan marah, Rega justru semakin tertawa geli.
Masih belum puas, Rega langsung mengusap puncak rambut Mika dengan kasar. Biarkan saja rambut cewek periang itu berantakan seperti kuntilanak. Rega sangat menikmati kemarahannya.
"REGAAA!!" pekik Mika.
"Gapapa, jarang-jarang kita ketemu kayak begini hahahaha," pekiknya renyah.
"Jangan gitu ah, kan gue udah punya pacar!" seru Mika.
"Oh mau gue buktiin? Gue bisa menaklukan cowok dalam sekejap sekarang!"
Dengan gesit, mata buaya cewek remaja itu menangkap dua cowok sedang bermain kartu remi. Benar, mereka adalah mangsa pertama Mika. Sebelum kesana, Rega segera manarik tangan Mika sampai posisi badan mereka saling berhadapan.
"Okee, kalau lo berambisi pengen nyelesaiin balas dendam ini, lo harus terima tantangan gue kali ini!" Rega melepas cengkraman.
"Hmp! Bilang aja lo juga mau ngerayu cewek lain," senyuman Mika remeh.
"Lo aja bisa puasin hasrat lo, kenapa gue ga bisa?!" senyuman Rega tak kalah intimidasi.
Mika menaruh kedua tangan di depan dada, menatap cowok tinggi itu dengan nanar. Seketika aura playgirl menjalar pada tubuhnya. Selagi jam istirahat, Mika akan sangat senang menerima sebuah tantangan Rega.
"Mau taruhan berapa lo?" Kepala Mika mendongak sejenak.
"Terserah lo deh, yang penting sebanding sama harga rokok."