Gubraggg!!
Bokong Bihar terkena benturan yang sangat keras. Ketika dilihat seksama, ternyata Mika sudah menabraknya. Cewek remaja itu terlihat panik seperti habis dikejar mafia.
"Keanehan apa lagi sih yang lo perbuat hari ini?" Bihar berkacak pinggang, berhenti meminum boba yang baru saja ia beli setelah mengantri.
Mika langsung merebut gelas plastik di tangan Bihar sampai menyedot minuman menggunakan pipet. Kemudian Mika mengembalikan minuman yang tersisa seperempat.
"Huh.. ntar gue beliin lagi, aman kok." Mika menghela nafas sebagai bentuk penenang.
"Ga biasanya lo kayak begini anjir, bikin gue jadi khawatir. Coba cerita sini!"
"Gue... gue tadi...."
"Kenapa? Lo diganggu sama temen-temennya Rega karena balas dendam atas perbuatan lo kemarin?"
"Bukan! Jangan bahas soal Rega lagi," cemberut Mika.
"Terus kenapa bogeng? Gue beneran gak ngerti. Mana boba gue sekarat lagi," gerutu Bihar.
"Itu Darvin! Tadi kebetulan gue habis ketemu dia."
Sungguh aneh bagi Bihar. Alisnya langsung bertaut dengan kencang. Bagaimana bisa seorang Mika yang notabane'nya sahabatan dari lama bersama Darvin, sekarang bisa sampai sangat gugup, seolah baru kali pertama ketemu cowok idaman.
"Fix lo pasti udah suka sama dia," tebak Bihar tanpa beban.
"Anjir apaan sih?!" sangkal Mika. Seenak jidat si Bihar berbicara.
"Udah ketebak dari awal sih. Mana ada persahabatan yang murni antara cowok dan cewek? Kecuali mereka udah sama-sama punya pasangan. Kemungkinan peluangnya kecil untuk saling dekat. Lah kalian berdua? Mana udah sama-sama jomblo lagi! Perlu dipertanyakan," kesimpulan Bihar.
Petuah Bihar seratus persen benar, apalagi Mika yang sudah mulai nyaman. Namun belum tentu harapannya terwujud. Alhasil, pikiran Mika tetap mengelak.
"Mana adaa! Sekalipun gue gugup sama dia. Itu pasti karena gue takut salah berbuat di hadapan dia. Soalnya manusia dingin itu tipikal orang yang mudah risih sama orang lain."
"Eleh, sotoy. Terus tadi lo kenapa berlarian gawat gitu? Emang Darvin mau mangsa lo?" goda Bihar.
Gue habis peluk dia!
Malu jika Mika mengatakan hal yang sebenarnya. Nanti Bihar pasti semakin menggodanya. Sekarang Mika sendiri yang nampak kebingungan untuk mencari alasan lain.
"Tadi cuma kebetulan aja gue pengen lari terus kecapean, kan wajar mulut gue terbata-bata nyebut nama Darvin. Bukannya gue gawat ataupun gugup. Nafas gue penggap anjir!"
"Hadeh, dasar prik."
Wajah Bihar mendadak mematung akibat tanpa sengaja menangkap pergelangan tangan Mika yang diperban kain putih. Pikirannya tentang Darvin mendadak hilang karena lebih memperhatikan kondisi Mika.
Plis, jangan lakuin hal itu lagi. Mendadak suara Bihar berubah halus, bahkan kedua matanya mulai berbinar.
💥💥💥
Waktu menunjukkan sekitar pukul 2 sore. Pancaran sinar sudah semakin berkurang di permukaan. Mika memutuskan untuk keluar sebentar menikmati suasana kompleks yang lumayan ramai. Mika menyapa setiap warga yang berpapasan dengan lagak heboh dan ramah, menyebabkan mereka terkekeh geli.
Langkah Mika berhenti di pertengahan jalan dekat sungai. Disana ada punggung Darvin, terlihat berposisi jongkok seperti mengurus sesuatu. Mika yang penasaran lekas mendekatinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pretended || Avoidant ✅
Ficção Geral[ FRIENDZONE STORY ] Ini kisah remaja SMA yang tak biasa. Jangan berharap percintaan mereka akan berjalan romantis, karena teka-teki dan sandiwara mendominasi hubungan di sini. Perlahan semakin rumit sejak sifat Darvin yang awalnya hangat kini berub...
