32] Kecewa

125 15 0
                                        

Heyoo guyss, gmana ceritanya sejauh ini? Apa kalian penasaran?

Untuk memberikan dukungan, mohon sedekahnya dengan like, komen, dan share ya teman-teman...

Dijamin amanahh!!

.

.

.

Rega tak sengaja menjatuhkan hadphone-nya sampai mati total. Rega melakukan semuanya demi menolong Mika yang sedang berada dalam kondisi darurat.

"Bertahan Mik, bentar lagi mobil bakal jemput lo," ucap Rega berusaha menenangkan.

Di lapangan osis masih melanjutkan agenda dengan gigih. Sesuai rencana, para senior langsung memaki dan mencemooh barisan capos. Apalagi kini kedatangan alumni, menambah masalah saja menurut para capos.

"BUDEK YA KALIAN? CEPET WOY!"

"AMPUN DEH YAA, KASIAN BANGET MATA MASIH KUPIT DI JAM SEGINI."

"Ulu, ulu ngantukan banget deh kayaknya!"

"Manja!"

Perhatian mereka tersita sebentar saat Rega dan beberapa tim medis melintasi lapangan. Mereka menggopong Mika menuju mobil hitam yang sudah sampai.

Terlihat badan Mika yang tidak berdaya dan wajah pucat, membuat sebagian dari siswa ingin menangis akibat kasihan. Mereka tahu bagaimana rasanya di posisi Mika yang serba terdesak.

Hati Viana mulai tergerak, rasa iba berhasil meruntuhkan egonya. Viana pun langsung keluar barisan dengan berani.

"Viana, lo mau kemana? Agenda belom selesai!" tanya senior sedikit membentak.

"Gue izin pulang duluan kak," jawab Viana enteng.

"Kenapa?"

"Karena..." Viana menjeda sebentar sebelum menghela nafas panjang, "Karena temen gue lagi kena masalah."

"Kan udah ada Rega yang tanganin. Udahlah, lo disini aja!! Bentar lagi pelantikan."

"Gue gak peduli kak."

"Tapi lo bakal jadi ketua osis. Ayolah, tetep disini bentar aja," paksa senior.

"Gue gak butuh itu. Kondisi temen gue lebih penting," tatap Viana tajam.

Para osis tertegun mendengar pernyataan diluar ekspetasi. Viana yang selama ini angkuh, mengagumi tekadnya sebagai seorang pemimpin, kini rela membuang jabatan begitu saja demi nyawa seseorang. Sepertinya nurani Viana sudah berjalan. Mereka menemukan perubahan besar sejak Viana mulai berteman dengan Mika.

Viana langsung pergi untuk menyusul mobil. Di bawah langit yang gelap dan udara dingin, Viana segera memacu sepeda motor tanpa peduli dengan kondisinya.

Kalian masih yakin dia bakal jadi ketua osis next periode?

🍀🍀🍀

Betapa terkejutnya Viana mendapati teman-teman yang lain berada di depan rumah Mika. Sekilas mereka hanya saling menatap sebelum Viana yang mendekat untuk mencari tau kondisi Mika.

Pretended || Avoidant ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang