29] Terbongkar

102 13 3
                                        

Hallo reader tercinta...

Inget sedekah bintang sama komentarnya yaa. Doakan kalian yang ikhlas bisa sukses ☺️

LANJOEETT....
.
.
.

Awalnya Mika menolak ajakan Nanda untuk pergi ke bar. Mika tahu pasti ada sesuatu yang tidak beres. Namun, ungkapan Ijya barusan menyebabkan Mika berubah pikiran. Ia ingin membiarkan dirinya terjerumus mengikuti rencana Nanda. Entah apa yang ingin kakak kelas itu perbuat, Mika tidak peduli lagi dengan nasibnya. Sang ayah sungguh mengecewakan.

Mika berlari sekuat tenaga menuju tempat yang kebetulan dekat rumahnya. Soalnya tabungan Mika sudah habis hanya untuk sekadar membeli bensin atau menyewa ojol.

Tempat makan ini terlihat tidak asing.

GEBRAG!

Saking paniknya, Mika nekat menerobos kartu uno sampai berhamburan. Para warga terutama bapak-bapak merasa tersinggung.

"Woyy hati-hati dong!" teriak salah satu pria bertindik.

"Maaf yaa bang, saya lagi terburu-buru!!"

Mika langsung pergi berlari begitu saja.

"Ah, bohay sialan. Yuk kejar aja—"

"Eitss, eitss...." Orang itu menahan tangan temannya yang hendak berdiri,

"Cewek cantik bisa datang kapan aja. Utamain mainan ini dulu! Kemenangan ga bisa terjadi berulang kali bro."

"Huhh... iya juga yaa."

Mereka sukses berdamai untuk melanjutkan permainan, karena reputasi berada dibawah kendali uang.

💥💥💥

Nanda sangat terpukau, melirik penampilan lawan bicaranya dari ujung atas sampai bawah. Hari ini kecantikan Mika bertambah 20 kali lipat menurut Nanda. Sudah hampir puluhan kali mulut ini menyebut namanya dengan nada seksi.

Mika tersayang... cintaku yang mengkilat, memukau banget! batin Nanda sudah tergila-gila dengan sosok pacarnya.

Bagaimanapun, Viana akan tetap terlihat seperti pacarnya selama Nanda masih mabuk. Nanda sempat mencium aroma parfum yang menggoda. Sungguh tak sabar, Nanda ingin menyosornya sekarang!

"So, bagaimana kesan kakak buat malam ini? Pasti sudah sangat puas," tanya Viana menggoda.

"Eumm... menurut lo?"

"Ya saya mah seneng udah bisa menghabiskan waktu sama orang yang langka kayak kak Nanda." Tanpa ragu Viana mencolek dagu kakak kelasnya.

"Aaa cocuit banget deh. Walaupun gue tau lo penipu, tapi gue tetep syukaa.. gimana dong?"

"Iyaa boleh kak Nanda, senyaman kakak aja mau sampe kapan suka sama saya."

"Tetaplah berada di sisi gue Mik."

Diluar dugaan. Nanda menerkam lengan Viana begitu saja, tenaga yang sangat keras membuat Viana kesusahan untuk memberontak. Disisi lain, hati nurani Viana juga tidak tega jika melawan Nanda.

Tangan Nanda terlanjur memasukkan ujung botol ke mulut Viana. Terpaksa, Viana harus menelan mentah-mentah minuman itu. Perlahan kepala Viana terasa berat, pandangan mulai berputar-putar akibat kadar alkohol yang tinggi.

💥💥💥

"Hosh.. hosh.. jantung gue kesek-kesek banget!" Keringat Mika bercucuran akibat menghindari orang tersebut.

Pretended || Avoidant ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang