Emoji yang nunjukin mood kamu hari ini (🥰😡🥺😑🤫😱🤗)👉🏻👉🏻
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ck! Sialan!"
Nilam mengepalkan erat kedua tangannya begitu tidak sengaja melihat Lengkara dan Masnaka sedang duduk berdua di bangku taman yang bisa ia lihat dari jendela kamarnya.
"Lo kira lo bisa rebut Naka dari gue?" Bibir Nilam bergetar menahan emosi, sudah satu jam lebih ia menunggu di dalam kamar sambil terus memandangi pemandangan manis namun begitu pahit baginya.
"Gak bisa, Kar. Gak ada yang bisa ngerebut apa yang udah jadi milik gue!"
Gadis itu berjanji pada dirinya sendiri kalau tak akan membiarkan orang-orang di sekitarnya pergi darinya. Ia tak akan seperti dulu lagi, ia tak akan melepas Masnaka seperti melepas ayah kandungnya dulu.
Memikirkan hal itu saja sudah bisa membuat tubuh Nilam meremang. Suami pertama Sonya, ayah kandung Nilam, pergi menelantarkan Nilam dan sonya begitu saja setelah ketahuan selingkuh dengan perempuan lain.
Awalnya kedatangan Erik ke dalam kehidupan Nilam membuat gadis itu sangat senang. Tapi siapa sangka kalau ternyata ayah barunya itu ternyata memiliki keluarga yang masih utuh.
Keinginan Nilam untuk berteman dan mendekat dengan Lengkara jelas sangat ditolak oleh pihak Lengkara. Nilam sadar keluarga mana yang mau hancur demi kebahagiaan keluarga orang lain.
Tapi Nilam membutuhkan Erik sebagai tameng juga sebagai penyerang untuknya, dan sekarang ia sudah memenangkan pria tua itu sepenuhnya di pihaknya. Membuat Lengkara yang dulunya angkuh terhadapnya kini sama sekali tak berkutik di hadapannya ketika ia membawa nama Erik.
Sekarang apapun akan Nilam lakukan, asal tidak hilang lagi, akan ia lakukan, bahkan ketika itu harus membuat ia menjadi seorang penjahat.
"Jangan salahin gue kalau gue haus perhatian dan haus kasih sayang!" ucap Nilam entah ke siapa.
"Siapa yang bertahan dia yang akan menang." Intinya, apapun yang ia inginkan harus terpenuhi.
"Dan yang akan menang itu gue."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.