5

19 2 0
                                        

"Mau ke mana lo?" tanya Reynald sambil melingkarkan tangannya pada pinggang Reyline.

"A-apaan sih lo?! Gue mau ke kelas lah! Minggir, jangan halangin jalan gue!" ujar Reyline gugup.

"Setelah lo berani jahilin gue, lo masih berniat untuk menghindar dari gue?" ujar Reynald.

"Gue nggak ada niatan mau menghindar dari lo, gue cuma mau balik ke kelas," ujar Reyline.

"Sssttt, diem! Gara-gara lo, muka gue yang ganteng ini hampir aja dicium sama tante-tante menor yang nomornya lo kasih ke gue!" ujar Reynald berbisik.

Dalam hatinya Reyline tertawa puas, tapi perlakuan Reynald saat ini membuatnya sangat gugup dan takut.

"Gue cuma bercanda, lepasin," ujar Reyline.

"Kemarin setelah gue berhasil kabur, niatnya gue sih mau nyamperin lo. Kebetulan deket banget juga kan dari rumah lo. Mau gue perkosa," ujar Reynald sambil membisikkan kata 'perkosa' kepada Reyline.

"Ketik nomor lo yang bener, kalau sampe lo ngetik yang salah lagi, lo liat apa yang bakal gue lakuin ke lo nanti," ujar Reynald sambil menyodorkan HP nya kepada Reyline.

"Udah. Lepasin, gue mau ke kelas," ujar Reyline setelah mengetik nomor ponselnya dengan benar di ponsel Reynald. Kali ini ia tidak punya nyali lagi untuk membohongi Reynald.

"Oke," ujar Reynald lalu melepaskan tangannya dari pinggang Reyline.

***

"Ngapain masih di situ? ikut gue!" ujar Reynald kepada Reyline yang masih berdiri di depan gerbang sekolah.

Reynald tadi mencari-cari Reyline ke kelasnya tetapi ia tidak ada. Kebetulan Reynald melihat Reyline sedang berdiri di depan gerbang sekolah, jadi ia memberhentikan mobilnya.

"Woi, gue ngomong sama lo!" ujar Reynald berteriak.

"Gue?" tanya Reyline sambil menunjuk dirinya sendiri menggunakan telunjuknya.

"Iya lo! Masa tuyul peliharaan lo yang gue ajak ngomong!" ujar Reynald.

Reyline jadi teringat saat pertama kali ia bertemu dengan Reynald, perkataan Reynald barusan sama persis seperti yang ia katakan kepada dirinya saat itu.

Reyline sedikit kesal Reynald berkata seperti itu, padahal ia tidak memelihara tuyul samasekali. Mungkin Reynald bermaksud bercanda, tetapi ia tidak suka karena Reynald berkata seperti itu berulangkali kepadanya.

"Gue nggak melihara tuyul!" ujar Reyline sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Ia mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Reynald mematikan mesin mobilnya, lalu keluar.

"Buruan masuk, gue anterin pulang. Panas nih," ujar Reynald sambil memegang tangan Reyline. Gadis itu menggelengkan kepalanya tanda ia tidak mau.

"Yaelah gitu doang ngambek. Dibilangin bercanda doang juga."

"Siapa yang ngambek sih? Gue bisa pulang sendiri," ujar Reyline.

Reynald menarik tangan Reyline, lalu membuka pintu mobilnya dan mempersilahkannya untuk masuk. Akhirnya mau tak mau Reyline menuruti Reynald.

"Hai Reyline cantik!" ujar keempat teman Reynald yang tak lain adalah Alvin, Dimas, Keno, dan Leon. Reyline sedikit terkejut karena baru menyadari bahwa mereka sudah sejak tadi berada di dalam mobil Reynald.

"Nih curut pada nebeng sama gue. Kita mau ke basecamp abis nganterin lo pulang," ujar Reynald.

"Jangan pulang dulu lah Lin, main ke basecamp kita," ujar Dimas.

"Nah iya bener tuh!" timpal Alvin dan Leon.

Seperti biasa, hanya Keno yang lebih memilih untuk diam dan santai.

Reynald mengangguk-angguk mendengar perkataan Dimas. Lalu membawa Reyline tanpa meminta persetujuan darinya terlebih dahulu.

***

Rey's CoupleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang